Ini Dia Calon Perusahaan Bernilai Triliunan Dollar AS Pertama - Kompas.com

Ini Dia Calon Perusahaan Bernilai Triliunan Dollar AS Pertama

Fatimah Kartini Bohang
Kompas.com - 12/05/2017, 07:02 WIB
Thinkstockphotos.com Bursa saham New York atau New York Stock Exchange

KOMPAS.com - Apple diramalkan bakal jadi perusahaan bernilai triliunan dollar AS pertama di dunia. Setidaknya begitu jika merujuk pada nilai saham Apple yang trennya terus menanjak naik.

Dalam beberapa bulan terakhir, nilai saham Apple meroket hingga 50 persen. Hal ini tak lepas dari ramainya pemberitaan soal iPhone 8 dan investasi lebih dari dua kali lipat yang digelontorkan Berkshire Hathaway, dari 7 miliar dollar AS (Rp 93 triliun) ke 19 miliar dollar AS (Rp 253 triliun).

Saham per lembar Apple pada Senin (8/5/2017) kemarin ditutup di angka 153 dollar AS atau Rp 2 jutaan. Angka itu naik dari yang mulanya dibuka 149 dollar AS atau Rp 1,9 jutaan.

Berdasarkan penghitungan sahamnya, nilai perusahaan alias market capitalization Apple berada di angka 800 miliar dollar AS atau sekitar Rp 10.666 triliun, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Jumat (12/5/2017), dari BGR.

Nic Healey/CNET Salvatore Gerace, pembeli iPhone 6 pertama di dunia keluar dari Apple Store di Sydney, Australia, Jumat (19/9/2014).
Market capitalization itu paling tinggi dari seantero perusahaan global saat ini, mengalahkan Google, Microsoft, Amazon, Exxon Mobil, Facebook, Johnson & Johnson, JP Morgan, dan lainnya.

Menurut analis dari Drexel Hamilton, Brian White, harga saham per lembar Apple harus mencapai angka 191 dollar AS alias Rp 2,5 jutaan untuk menjadi perusahaan dengan market capitalization senilai triliunan dollar AS.

White pun optimistis Apple akan memecahkan rekor tersebut dalam waktu dekat. Ia bahkan yakin harga saham per lembar Apple bisa menembus 200 dollar AS atau kira-kira Rp 2,6 jutaan.

Pasalnya, kabar soal iPhone 8 benar-benar menyedot perhatian para pecinta gadget. Seri yang menandai 10 tahun usia Apple di industri smartphone tersebut digadang-gadang bakal spektakuler dan beda dari yang sudah-sudah.

Antusiasme masyarakat berbanding lurus dengan antusiasme para investor. Jika sudah begini, nilai saham Apple pun diprediksi akan terus naik.

Baca: Penjualan iPhone Turun, CEO Apple Salahkan Media

PenulisFatimah Kartini Bohang
EditorReska K. Nistanto
SumberBGR,
Komentar
Close Ads X