Kompas.com - 23/12/2013, 15:51 WIB
CEO BlackBerry, John Chen The Walt Disney CompanyCEO BlackBerry, John Chen
|
EditorWicak Hidayat

KOMPAS.com — Rapor finansial BlackBerry memang merah pada kuartal tiga 2013. Kerugian BlackBerry mencapai 4,4 miliar dollar AS. Kerugian ini bakal terus berlangsung pada 2014 nanti. Pada tahun 2015, neraca keuangan BlackBerry diprediksi baru normal.

Langkah apa yang disiapkan CEO John Chen dalam upaya menyelamatkan perusahaan?

Pada Jumat (20/12/2013) lalu, di sela-sela pengumuman laporan keuangan BlackBerry, John Chen membeberkan beberapa strategi perusahaan kepada sejumlah analis dan jurnalis. Strategi tersebut diharapkan bisa menyelamatkan BlackBerry dari kebangkrutan.

Menurut Chen, seperti dikutip dari CNET (20/12/2013), strategi BlackBerry meliputi empat area besar, yaitu Devices, Enterprise Software, BlackBerry Messenger, dan terakhir QNX dan machine-to-machine.

Dari sisi perangkat, BlackBerry telah menjalin kerja sama dengan pabrikan perakit smartphone, Foxconn. Perusahaan yang berbasis di Taiwan tersebut diharapkan bisa memproduksi perangkat BlackBerry yang canggih. BlackBerry akan terus membangun software berbasis BlackBerry 10, sementara Foxconn yang mendesain hardware.

Menurut Chen, perangkat tersebut bakal dijual di negara-negara berkembang, yang masih memiliki basis pengguna BlackBerry besar, salah satunya adalah Indonesia.

Sementara di segmen enterprise, Chen telah mempersiapkan beberapa rencana, strategi baru ini membuat BlackBerry membangun software keamanan dan produktivitas end-to-end yang baru untuk kebutuhan bisnis.

"Kami memiliki teknologi yang bagus, tetapi lemah dalam hal packaging dan pemasaran," ujar Chen. "Saya melihat potensi dengan menawarkan teknologi yang aman dan integrasi layanan, seperti BBM," imbuhnya.

Salah satu tantangan BlackBerry di area ini adalah beberapa perusahaan besar mulai meninggalkan layanannya, BlackBerry Enterprise Servers. Strategi Chen adalah dengan menyasar pemerintah, bank, pelayanan kesehatan, dan industri lain yang membutuhkan audit regulasi dan keamanan.

Segmen terakhir yang menjadi "sekoci" BlackBerry adalah bisnis software QNX, yang disebut Chen sebagai permata mahkota-nya BlackBerry.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber CNET

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.