Kompas.com - 12/04/2014, 10:00 WIB
Smartfren Aditya Panji/KompasTeknoSmartfren
Penulis Aditya Panji
|
EditorReza Wahyudi
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berencana memindahkan frekuensi operator telekomunikasi Smarfren dari 1.900MHz ke 2.300MHz. Jika rencana itu direalisasikan, Smartfren mengaku siap karena mereka tak bisa menolak permintaan pemerintah.

Direktur Jaringan Smartfren, Merza Fachys mengatakan, rencana ini masih sekadar wacana dan pihaknya belum terlibat pembicaraan formal dengan pemerintah.

“Sebenarnya kalau ditanya mau tidak mau, ya kami tidak mau. Tapi kalau memang sudah ada perintah, kami tidak bisa menolak, karena ada aturan yang mewajibkan kami ikut pemerintah,” kata Merza dalam diskusi terbatas di Jakarta, Jumat (11/4/2014).

Jika Smartfren jadi pindah ke 2.300MHz, Mirza berencana langsung memanfaatkan frekuensi tersebut untuk jaringan nirkabel generasi keempat (4G) Long Term Evolution (LTE).

Selama ini, radio yang digunakan Smartfren belum mendukung spektrum frekuensi 2.300MHz. Karena itulah, Merza menilai akan lebih baik jika frekuensi 2.300MHz itu langsung digunakan untuk 4G LTE.

“Migrasi ini sangat material, sama saja membangun infrastruktur baru, investasi baru, dan instalasi yang makan waktu lagi,” ujarnya.

Mirza memprediksi, migrasi frekuensi ini membutuhkan waktu setidaknya dua tahun agar performa layanan Smartfren bisa sebaik saat ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Johnny Syuwandi Syam, Komite Tetap Telekomunikasi Kamar Dagang Indonesia (Kadin), pemindahan frekuensi sebelumnya pernah dilakukan pemerintah pada layanan Telkom Flexi dan Indosat StarOne. Ini dilakukan untuk menata ulang sumber daya frekuensi.

“Frekuensi itu domain-nya pemerintah, ya sudah kita patuh saja dengan pemerintah,” tutur Johnny.

Rencana pemerintah memindahkan frekuensi Smartfren didasari karena selama ini teknologi CDMA di 1.900MHz mengganggu jaringan GSM 3G di frekuensi 2.100MHz yang dimiliki Telkomsel, Indosat, XL, dan Tri. Sehingga, daya jaringan CDMA yang terlalu besar mengganggu GSM yang berada di dekatnya.

Selama ini Smartfren memanfaatkan lebar frekuensi 7,5MHz (dikali dua untuk downlink dan uplink) di 1.900MHz. Merza meminta kompensasi dari pemerintah agar memberi kemampuan frekuensi yang setara jika Smartfren harus pindah ke 2.300MHz.

Selain di 1.900MHz, Smartfren juga memanfaatkan spektrum frekuensi 850MHz dengan lebar 5MHz (dikali dua untuk downlink dan uplink).Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.