Masih Ada Software Bajakan di Harco Mangga Dua

Kompas.com - 13/05/2015, 16:47 WIB
Parlagutan Lubis, Direktur Kerjasama & Promosi DJHKI, Kementerian Hukum dan HAM RI, saat menempelkan poster mengenai sosialisasi uu haki no 28 tahun 2014 di Harco Mangga Dua, Jakarta, Rabu (13/5/2015) Deliusno/Kompas.comParlagutan Lubis, Direktur Kerjasama & Promosi DJHKI, Kementerian Hukum dan HAM RI, saat menempelkan poster mengenai sosialisasi uu haki no 28 tahun 2014 di Harco Mangga Dua, Jakarta, Rabu (13/5/2015)
Penulis Deliusno
|
EditorReza Wahyudi
JAKARTA, KOMPAS.com - Polda Metro Jaya, Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP), dan Dirjen Hak Kekayaan Intelektual (Dirjen HKI) melakukan sosialisasi Undang-Undang Hak Cipta terbaru, No 28 Tahun 2014, kepada pengelola gedung pusat perbelanjaan Mal Harco Mangga Dua, Jakarta, Rabu (13/5/2015).

Tempat itu dipilih karena dianggap sebagai salah satu pusat perbelanjaan komputer terbesar, tidak hanya di Indonesia, tapi juga Asia Tenggara. Seperti diketahui, pusat perbelanjaan komputer biasanya identik dengan produk bajakan, terutama berjenis software.

Selain dalam bentuk pengetahuan mengenai UU baru, ketiga lembaga tersebut juga secara bersama-sama menempelkan beberapa poster di beberapa sudut gedung Mal Harco Mangga Dua. Poster itu sendiri berisi ajakan untuk berhenti menggunakan dan menjual produk bajakan.

Beberapa poster lain memperlihatkan ancaman denda bagi pelanggar UU hak cipta tersebut.

"Sanksi pidana penjara 10 tahun, denda maksimal 4 miliar rupiah," tulis salah satu poster.

Dalam sosialisasi tersebut, rekan-rekan wartawan yang meliput juga diajak berkeliling gedung pusat perbelanjaan tersebut untuk memantau keadaan. Menurut pantauan KompasTekno, toko-toko komputer yang ada sama sekali tidak memajang produk software bajakan.

Dalam wawancara dengan salah satu pegawai toko, mereka mengaku sudah tidak menjual software bajakan. Memang pada kenyataannya, banyak konsumen yang meminta perangkat laptop atau PC desktop diinstalasi dengan sistem operasi bajakan dari salah satu perusahaan ternama. Akan tetapi, menurut pihak toko, mereka pasti akan menolak permintaan tersebut.

Dikatakan, toko-toko lain di tempat tersebut bakal menolak permintaan yang sama.

"Sekarang banyak yang beli software original. Sehari saja bisa 10 sampai 20 pelanggan yang minta di-instalkan sistem operasi original," kata Sinta, karyawan salah satu toko.

Namun, masih ada beberapa toko, bukan toko komputer, yang secara khusus menjual software bajakan. Akan tetapi, masih dalam tahap sosialisasi, toko-toko tersebut masih belum ditindak.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X