Kemenkominfo Batal Blokir Tumblr, Begini Penjelasannya

Kompas.com - 18/02/2016, 07:14 WIB
|
EditorWicak Hidayat
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) batal memblokir Tumblr, walaupun sebelumnya situs tersebut sempat dikatakan memiliki konten pornografi dan LGBT.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo, Ismail Cawidu mengatakan sebenarnya ada 477 situs bermuatan pornografi, termasuk Tumblr, yang akan diblokir. Ia juga merasa perlu meluruskan informasi soal aksi blokir itu.

"Pada kesempatan ini kami sampaikan poin-poin yang penting ditegaskan ulang, terutama menyangkut Tumblr. Semoga mengklarifikasi pemberitaan seolah-olah Menteri Komunikasi dan Informatika sudah menetapkan pemblokiran terhadap situs-situs yang diusulkan Panel," ujarnya dalam keterangan yang diterima KompasTekno, Kamis (18/2/2016).

Berikut ini adalah lima poin klarifikasi dari Kemenkominfo untuk menjelaskan persoalan yang sedang terjadi.

1. Panel Pornografi, Kekerasan pada Anak, dan Keamanan Internet yang bersidang menemukan unsur pornografi pada beberapa dari 477 situs yang terlapor, termasuk Tumblr.

2. Memang konten pornografi tidak terdapat pada seluruh akun Tumblr, namun sampai saat ini tidak memungkinkan bagi operator dan Internet Service Provider (ISP) untuk melakukan pemblokiran per akun. Sehingga kami meminta kepada Tumblr untuk melakukan penyesuaian konten yang ada sesuai dengan nilai-nilai masyarakat dan ketentuan yang berlaku.

3. Kepada Tumblr telah kami kirimkan surat untuk melakukan self-censorship terhadap konten pornografi kepada akun-akun yang memanfaatkan layanan tersebut.

4. Panel masih akan mengadakan rapat lanjutan guna mengevaluasi sejauh mana hasil kesepakatan tersebut dapat dijalankan.

5. Hasilnya akan diserahkan kepada Kemkominfo sebagai pertimbangan untuk pengambilan keputusan.

Sebelumnya, Direktur e-Business Kemenkominfo, Azhar Hasyim mengatakan sudah menandatangani surat pemblokiran Tumblr dan mengirimkannya ke berbagai penyedia layanan internet. Menurutnya pemblokiran akan efektif terjadi dalam satu-dua hari.

Alasan penutupan tersebut adalah konten video berbau pornografi, baik pasangan berbeda jenis atau sesama jenis.

Azhar juga menyebutkan bahwa situs yang mengandung konten pornografi bisa langsung diblok dan baru berkomunikasi dengan pemilik situs belakangan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.