Kompas.com - 31/03/2016, 12:41 WIB
Direktur Pemasaran Advan Tjandra Lianto memperkenalkan i7, sabak elektronik dengan teknologi untuk menghalau sinar biru yang diklaim berbahaya bagi mata, Selasa (29/3). Dengan spesifikasi kelas pemula, mereka menjualnya dengan harga Rp 1.350.000 per unit. Didit Putra Erlangga RahardjoDirektur Pemasaran Advan Tjandra Lianto memperkenalkan i7, sabak elektronik dengan teknologi untuk menghalau sinar biru yang diklaim berbahaya bagi mata, Selasa (29/3). Dengan spesifikasi kelas pemula, mereka menjualnya dengan harga Rp 1.350.000 per unit.
|
EditorDeliusno

JAKARTA, KOMPAS.com - Advan merilis perangkat tablet yang beroperasi di jaringan seluler 4G pertama mereka bernama i7 di Jakarta, Selasa (29/3/2016). Selain 4G, tablet Advan terbaru tersebut dibekali teknologi layar yang ramah untuk mata.

Teknologi yang dimaksud bernama Eye Pro. Berkat teknologi itu, ditambah dengan lapisan khusus, sinar biru yang biasanya dipancarkan layar ke mata pengguna dari tablet diklaim bakal berkurang.

Apakah itu sinar biru? Ia dikenal sebagai sinar terjauh yang dapat ditangkap oleh mata manusia. Tingkat konsentrasi energinya dikatakan lebih tinggi dibandingkan sinar lain.

Menurut situs bluelightexposed.com, sebetulnya sinar biru merupakan gejala alamiah yang dipancarkan matahari dan menentukan siklus bangun dan tidur.

Paparan sinar biru pada malam hari, yang banyak ditemui pada perilaku pengguna tablet di malam hari, bisa mengganggu siklus tidur dan dampak buruk lainnya pada mata.

"Kami memilih untuk berkampanye mengenai sinar biru itu karena kami sadar banyak pengguna tablet di Indonesia kerap menggunakannya di malam hari. Terlebih lagi anak-anak, padahal dampak jangka panjangnya akan ditanggung di kemudian hari," kata Direktur Pemasaran Advan Tjandra Lianto di acara peluncuran.

Dengan teknologi Eye Pro, layar yang dipergunakan i7 mampu meredam sinar biru hingga 40 persen. Hal itu diklaim dilakukan tanpa mengorbankan kontras, detail gambar, maupun kualitas warna.

Tjandra mengakui bahwa aplikasi untuk mengantisipasi sinar biru sebetulnya tersedia luas di pasar aplikasi seperti Play Store, tapi dia ingin memastikan bahwa fitur bisa dirasakan tanpa harus menyalakan aplikasi.

Dari lembar spesifikasinya, Advan i7 hadir dengan mengusung prosesor empat inti, RAM 1 GB, layar 7 inci, dan unit grafis Mali T720. Sepasang kamera, utama 5 megapiksel dan depan 2 megapiksel juga tertanam di perangkat ini.

Harga jualnya adalah Rp 1.350.000 per unit. Segmen yang diincar Advan untuk produk ini adalah anak berusia 10 tahun dan 45 tahun.

Tjandra mengatakan bahwa kebiasaan orang tua yang memberikan perangkat elektronik kepada anak adalah fenomena yang makin lumrah ditemui, setidaknya mereka ingin memastikan bahwa anak mendapatkan perangkat yang memiliki derajat keamanan bagi mata yang lebih baik.

Berdasarkan studi Global Web Index kuartal IV tahun 2015 yang mereka kutip, para pengguna tablet rata-rata menghabiskan 4 jam untuk menatap layar. i7 juga menjadi upaya Advan untuk memperluas pangsa pasar tablet 30 persen yang mereka kuasai selama ini.

Mengincar segmen baru yakni pengguna berusia 10 tahun dan 45 tahun, Tjandra merasa optimistis karena mereka adalah kalangan yang selama ini kurang tergarap padahal paparan teknologi juga sudah terjadi. (eld)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X