Kompas.com - 24/12/2016, 15:19 WIB
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta

Dari komunitas

Septiaji Eko Nugroho dari komunitas Masyarakat Anti Fitnah Indonesia mengatakan bahwa Turn Back Hoax merupakan buah pemikiran dari para netizen yang tergabung dalam grup Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH) di Facebook.

Menurut Septiaji, FAFHH berusaha memerangi penyebaran berita palsu di internet dengan berbagai upaya, antara lain sosialisasi soal media sosial ke remaja dan literasi media untuk masyarakat umum.

Salah satu upaya tersebut adalah Turn Back Hoax yang dikembangkan secara sukarela oleh sejumlah anggota komunitas yang berkiprah di bidang teknologi informasi, termasuk Khairul Anshar.

"Saya sebagai ketua gerakan, membantu menyambungkan komponen-komponen ini dalam satu kesatuan," ujar Septiaji ketika dihubungi KompasTekno.

Turn Back Hoax mensyaratkan pengguna melakukan login via Facebook sebelum melaporkan konten yang diduga sebagai hoax.

Menurut Khairul, ini diperlukan supaya pengguna lebih bertanggung jawab melakukan pelaporan karena mencantumkan identitas asli, sekaligus untuk menyaring pihak-pihak yang ingin memberikan informasi keliru.

"Kami bisa buat (masuk) daftar blacklist kalau isi profilnya (di Facebook) tidak jelas," kata Khairul.

Pengguna Turn Back Hoax bisa melaporkan konten yang diduga hoax, entah bentuknya halaman situs, pesan berantai, atau gambar, termasuk yang beredar di media sosial semacam Facebook. Tutorial cara memakainya dapat dilihat di tautan berikut.

Saat ini, selain bentuk ekstensi untuk peramban Chrome di desktop, netizen dapat melorkan dugaan hoax secara langsung lewat laman beranda situs Turn Back Hoax di alamat data.turnbackhoax.id.

Diskusi dengan para pengguna Turn Back Hoax lain mengenai konten-konten yang dilaporkan sebagai hoax bisa dilakukan setelah login dengan akun Facebook.

Baca: Berita Hoax Terpampang di Wikipedia Selama 10 Tahun

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Berkat konsistensinya, Kompas.com menjadi salah satu dari 49 Lembaga di seluruh dunia yang mendapatkan sertifikasi dari jaringan internasional penguji fakta (IFCN - International Fact-Checking Network). Jika pembaca menemukan Kompas.com melanggar Kode Prinsip IFCN, pembaca dapat menginformasikannya kepada IFCN melalui tombol di bawah ini.
Laporkan
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.