Kiprah Hugo Barra, Mantan Bos Google yang Besarkan Xiaomi

Kompas.com - 24/01/2017, 19:38 WIB
Vice President Xiaomi, Hugo Barra, saat ditemui KompasTekno, Selasa (25/10/2016) dalam sesi roundtable usai peluncuran Mi Note 2 di Peking University Gymnasium, Beijing, China. Fatimah Kartini Bohang/kompas.comVice President Xiaomi, Hugo Barra, saat ditemui KompasTekno, Selasa (25/10/2016) dalam sesi roundtable usai peluncuran Mi Note 2 di Peking University Gymnasium, Beijing, China.
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - “Pertama-tama, mari mulai dengan (pengucapan) namanya,” ujar Hugo Barra dalam sebuah wawancara yang dilakukan pada 2013 lalu. Dia lantas mengucap “show me” dalam bahasa Inggris, tapi kata pertamanya dilafalkan seolah menyebut “show” pada “shower”.

Barra sedang mengajarkan bagaimana cara menyebut nama “Xiaomi”, sebuah perusahaan teknologi asal China yang ketika itu baru saja merekrutnya.

Langkah Barra bergabung dengan Xiaomi terbilang mengejutkan. Maklum, sebelumnya dia menjabat posisi tinggi sebagai vice president dan spokesperson divisi Android di Google. Sementara, Xiaomi merupakan startup teknologi berusia tiga tahun yang relatif belum terlalu dikenal.

Pertama kali bergabung dengan Google pada 2008, Barra adalah salah satu sosok paling dikenal di dunia Android. Dialah yang dulu ditunjuk memperkenalkan tablet Nexus 7 di panggung Google I/O 2012.

Barra, sang pakar teknis yang piawai bicara di depan publik, juga bertanggung jawab membidani sejumlah versi OS Android, dari Honeycomb hingga Kitkat, berikut aneka smartphone dan tablet seri Nexus besutan Google.

Awal perjumpaan Barra dengan Xiaomi bisa dibilang kebetulan. Pada hari kedua di Google, 2008 lalu, dia terbang ke China untuk rapat dengan para petinggi mobile Google di Negeri Tirai Bambu.

Baca: Hugo Barra Tinggalkan Xiaomi Akhir Januari

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di sana, dia bertemu Bin Lin, Co-founder dan Presiden Xiaomi, yang ketika itu merupakan Direktur Engineering Google China. Beberapa tahun kemudian, Lin meninggalkan Google untuk mendirikan Xiaomi, tapi komunikasi tetap terjalin dengan Barra yang rupanya terkesan dengan startup teknologi belia ini.

“Saya selalu mengunjungi mereka (Xiaomi) di Beijng. Ketika mereka mulai membuat ponsel, saya memboyongnya untuk diperlihatkan di Google,” ucap Barra.

Ekspansi global

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.