Kompas.com - 12/02/2017, 14:18 WIB
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Pemerintah Amerika Serikat menyiapkan kebijakan baru untuk menjamin keamanan negaranya. Para pendatang diminta menyerahkan password Facebook atau media sosial lainnya.

Setidaknya begitu usulan Sekretaris Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat, John Kelly. Ia mengajukan wacana ini dalam diskusi soal kebijakan anti-imigran yang dicanangkan Presiden Donald Trump.

"Kami ingin mendapatkan media sosial mereka (pendatang) beserta password-nya. Jika mereka tak kooperatif, maka jangan datang (ke Amerika Serikat)," kata Kelly, sebagaimana dilaporkan TechCrunch dan dihimpun KompasTekno, Minggu (12/2/2017).

Aturan ini secara spesifik ditujukan bagi pendatang yang berasal dari tujuh negara mayoritas Muslim yang sudah disebut-sebut oleh Trump. Ketujuhnya adalah Irak, Iran, Suria, Yemen, Somalia, Sudan, dan Libia.

Sebelumnya, Trump mengatakan imigran dan warga dari tujuh negara tersebut sama sekali tak boleh masuk ke Amerika Serikat. Rencana itu kemudian mendapat kecaman dari berbagai pihak, sehingga membuka kembali ruang diskusi di internal pemerintahan.

Menurut Kelly, ketika seseorang mengatakan asal-usul dan pekerjaannya, maka ucapan itu perlu dibuktikan. Komunikasi dan kebiasaan di media sosial dianggap bisa dipercaya, sehingga pemerintah harus bisa mengaksesnya.

Usulan dari Kelly sendiri belum bersifat final. Masukan dari berbagai pihak masih disaring untuk diimplementasikan sebagai mekanisme kebijakan.

Diketahui, penggunaan media sosial dalam proses verifikasi bukanlah hal baru. Pemerintahan Obama pun beberapa kali meminta akun media sosial tertentu untuk kasus khusus. Namun, tak pernah ada wacana soal permintaan password media sosial secara massal.

Baca: Google Minta Karyawannya Pulang Setelah Seruan Anti-imigran Trump

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber TechCrunch


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.