Kompas.com - 20/03/2017, 10:21 WIB
Deretan tombol softkey LG G4 yang menjadi satu dengan layar utama, sehingga memakan area bidang layar utama. Reska K. Nistanto/KOMPAS.comDeretan tombol softkey LG G4 yang menjadi satu dengan layar utama, sehingga memakan area bidang layar utama.
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Vendor smartphone Korea Selatan LG mendapat tuntutan hukum dari pemilik perangkat LG G4 dan V10 di California, Amerika Serikat. Tuntutan hukum itu diajukan karena masalah bootloop yang dialami pemilik kedua perangkat.

Bootloop adalah kondisi di mana hardware smartphone tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Alhasil, perangkat bakal terus-menerus rebooting (retstart).

Dikutip KompasTekno dari Ars Technica, Senin (20/3/2017), masalah ini membuat para pemilik G4 dan V10 tidak bisa menggunakan smartphone itu lagi. Parahnya lagi, pihak LG dianggap tidak melakukan upaya yang berarti untuk mengatasi masalah tersebut. 

LG G4 pertama kali dirilis pada pertengahan 2015. Isu bootloop menyebar beberapa bulan setelahnya. Banyak yang mengeluhkannya di berbagai forum, media sosial, hingga YouTube. Hal yang sama juga terjadi pada LG V10 yang juga dirilis pada 2015.

LG sebenarnya sudah mengakui adanya masalah tersebut, namun tetap tidak melakukan banyak hal. Menurut hasil penyelidikan LG, bootloop terjadi karena ada dua komponen di dalam smartphone yang tidak saling terhubung.

Recall perangkat juga tidak dilakukan oleh LG. Pengguna V10 dan G4 di California mengatakan LG terus menerus mengganti perangkatnya dengan perangkat yang bermasalah juga.

Mereka juga mengatakan LG setempat menolak memberi bantuan saat periode garansi sudah habis.

Dalam dokumen yang disampaikan ke pengadilan, LG dikatakan tetap memproduksi smartphone meski ada cacat bootloop di perangkatnya.

LG kini memiliki masing-masing penerus smartphone yang bermasalah itu, yakni LG G5 dan LG V20. Sejauh ini, belum ada keluhan berarti dari kedua perangkat itu.

Baca: LG G6 Resmi Meluncur, Anti-air dan Tak Lagi Modular

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.