Banyak Blank Spot di Wilayah Udara Papua, Ini Rencana Kemenhub

Kompas.com - 19/09/2017, 18:27 WIB
Direktur Utama Airnav indonesia, Novie Riyanto menunjukkan wilayah-wilayah Papua yang belum terjangkau radar (ditandai warna merah)KOMPAS.com/Reska Nistanto Direktur Utama Airnav indonesia, Novie Riyanto menunjukkan wilayah-wilayah Papua yang belum terjangkau radar (ditandai warna merah)

DENPASAR, KOMPAS.com - Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto, mengungkapkan, di wilayah Papua saat ini masih banyak area blank spot atau wilayah yang tidak tercakup oleh radar layanan navigasi penerbangan. Oleh karena itu, dibutuhkan keterlibatan semua stakeholder untuk mengatasi ini.

"Butuh keterlibatan KNKT, BMKG, operator, dan DGCA untuk meningkatkan keamanan, kapasitas, dan efisiensi di wilayah Papua," kata Novie di acara RI-AS Aviation Working Group di Bali, Selasa (19/9/2017).

Menurut Novie, beberapa tantangan yang dihadapi pemerintah dalam meningkatkan layanan penerbangan di Papua saat ini antara lain terbatasnya sumber listrik, kondisi geografi yang berupa pegunungan, dan isu-isu keamanan.

Sementara dari segi teknis operasional, tantangannya adalah masih terbatasnya informasi cuaca dan sebagainya bagi pilot, visibilitas yang terbatas di bandara, tidak ada mekanisme see and avoid, serta masih terbatasnya cakupan pemantauan pergerakan pesawat di bawah ketinggian 15.000 kaki.

Baca: Indonesia Terima Hibah Rp 13 Miliar untuk Riset Penerbangan di Papua

Program peningkatan dari pemerintah Indonesia

Untuk mengatasi batasan-batasan di atas, Direktur Navigasi Penerbangan Kementerian Perhubungan, Yudhi Sari Sitompul, mengungkapkan beberapa program peningkatan keamanan penerbangan di Papua yang sedang dilakukan pemerintah.

Program tersebut terbagi atas dua hal, yakni menyediakan layanan navigasi udara dan menyediakan layanan informasi cuaca.

"Di Papua itu ada dua Provinsi, Provinsi Papua ada 222 bandara, dan Provinsi Papua Barat ada 17 bandara, dari 222 bandara di Papua, 100 di antaranya tidak aktif," kata Yudhi.

Dalam hal penyediaan layanan navigasi udara, pemerintah akan melakukan sejumlah peningkatan, seperti layanan lalu-lintas udara, komunikasi dengan radio high frequency (HF), peningkatan surveillance service, dan implementasi Remote Aerodrome Fixed Information Services (Remote AFIS).

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


EditorDeliusno

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X