Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 02/10/2017, 06:30 WIB
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Korea Selatan telah memutuskan untuk melarang praktik initial coin offering (ICO) atau penawaran perdana Bitcoin. Pelarangan dilakukan karena praktik tersebut dikhawatirkan sebagai investasi spekulatif yang bakal berdampak buruk.

ICO sendiri merupakan kegiatan penggalangan dana oleh sebuah startup, tapi dengan bentuk yang berbeda. Pada penggalangan dana ini, para investor tidak mendapatkan saham startup sebagai ganti uang yang dikucurkan.

Para investor hanya mendapatkan token digital yang ada kalanya berhubungan dengan layanan tertentu milik startup yang membuka penggalangan dana.

Hal ini memiliki risiko sangat besar. Salah satu yang terjadi adalah muncul banyak startup yang meluncurkan ICO dan memengaruhi orang awam untuk berinvestasi pada rencana bisnis yang tidak jelas. Bahkan ada juga yang sengaja menipu orang-orang.

Baca: Inikah Penyebab Nilai Tukar Bitcoin Bergejolak?

Risiko seperti ini, sebagaimana dilansir KompasTekno dari Fortune, Senin (2/10/2017), yang memicu kekhawatiran dan membuat pemerintah Korea Selatan melarang prakteknya.

"Ada situasi yang menunjukkan bahwa orang-orang telah mengalirkan uang pada arah yang sangat spekulatif dan tidak produktif," terang Financial Service Commission (FSC) Vice Chairman, Kim Yong-beom.

Pemerintah setempat juga menambahkan bahwa perdagangan mata uang digital seperti Bitcoin perlu diawasi dengan ketat dan dikendalikan.

Dengan munculnya larangan penggunaan Bitcoin di Korea Selatan, maka bisa dipastikan akan memengaruhi harganya. Bisa saja akan terlihat penurunan nilai tukar Bitcoin dalam waktu dekat ini.

Sebelumnya, China juga telah lebih dulu mengeluarkan larangan ICO dengna alasan yang mirip. China khawatir bahwa Bitcoin yang ditawarkan pada ICO tersebut bakal merusak sistem keuangan negara.

Baca: Nilai Tukar 1 Bitcoin Kini Capai Rp 55,1 Juta

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber Fortune

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.