Donald Trump Gemar Berceloteh di Twitter, Ini Alasannya

Kompas.com - 23/10/2017, 13:12 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump frustrasi dengan tindakan rezim Korut, Kim Jong Un. AFP Photo/Frederic J BrownPresiden Amerika Serikat Donald Trump frustrasi dengan tindakan rezim Korut, Kim Jong Un.
Penulis Oik Yusuf
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Setelah resmi menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat awal tahun ini, Donald Trump tetap gemar berceloteh lewat akun Twitter pribadinya. Kicauannya banyak menimbulkan kontroversi, baik di dalam negeri AS sendiri maupun seluruh dunia.

Ada apa di balik kesukaan Donald Trump mengemukakan isi pikiran di Twitter? Dalam sebuah wawancara, Donald Trump mengungkapkan bahwa akun Twitter pribadinya berfungsi sebagai "senjata" untuk balik menyerang apabila dia merasa tersinggung.

“Kalau ada seseorang yang berkata sesuatu tentang saya, maka saya bisa ‘bing-bing-bing’ (menyerang balik lewat Twitter) dan mengurusnya,” ujar Donald Trump.

Donald Trump mengakui bahwa ada sebagian kawan yang menyarankan supaya dia tidak memakai media sosial. Tapi Donald Trump berpikir lain. Bagi presiden negara adidaya sekaligus pengusaha ini, Twitter adalah tool berguna untuk membela diri di tengah-tengah publik dan media yang kritis akan segala langkahnya.

Baca: Ini Alasan Twitter Tak Pernah Blokir Akun Donald Trump

“Saya bisa memberikan pandangan sendiri ketika ada orang yang mungkin mengutarakan pendapat keliru,” lanjut Donald Trump sebagaimana dirangkum KompasTekno dari The Washington Post, Senin (23/10/2017).

Tak lupa, Donald Trump juga mengungkapkan bahwa Twitter adalah alat kampanye politik andalannya. Kalau bukan karena media sosial, katanya, mungkin dia tidak akan memenangi pemilu presiden AS tahun lalu melawan Hillary Clinton.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kendati mengaku selalu memikirkan baik-baik isi kicauannya, tweet dari Donald Trump diketahui sering mengandung kata-kata yang salah tulis, misalnya dalam kasus penggunaan kata aneh berbunyi “covfefe” yang sempat bikin heboh beberapa waktu lalu.

Lewat Twitter, Donald Trump juga melontarkan aneka macam serangan kepada media arus utama di Amerika Serikat yang kritis terhadap dirinya. Dia menuduh mereka menyebarluaskan hoax untuk mencoreng citra kepresidenan Donald Trump.

“Karena di luar sana ada media palsu. Saya diperlakukan secara sangat tidak adil oleh media,” pungkas Donald Trump.

Baca: iPhone Donald Trump Tak Punya Browser, Kok Bisa?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.