Christopher Wylie, Mahasiswa Pengungkap Kebocoran Data Pengguna Facebook

Kompas.com - 23/03/2018, 10:01 WIB
Christopher Wylie, mantan pegawai Cambridge Analytica yang mengungkap pembocoran data pengguna Facebook Andrew Testa/The New York TimesChristopher Wylie, mantan pegawai Cambridge Analytica yang mengungkap pembocoran data pengguna Facebook

KOMPAS.com — Nama Christopher Wylie (28), atau akrab disapa Wylie, mendadak ramai dibicarakan di media massa. Wylie adalah whistleblower alias pembisik, atau lebih tepatnya pembocor skandal pencurian data personal pengguna Facebook oleh firma analisis data, Cambridge Analytica, bekas tempatnya bekerja.

Ia diketahui mulai bekerja di Cambridge Analytica pada tahun 2014. Berkat bakat briliannya dalam pemrograman dan ilmu data, ia didapuk sebagai kepala peneliti Cambridge Analytica.

Sebelumnya, Wylie bekerja untuk Alexander Nix di Strategic Communication Laboratories (SCL), yang merupakan lembaga spesialis pemilu.

Pada pertengahan 2013, Wylie bertemu dengan Steve Bannon, editor BreitBart News Networking yang kemudian menjadi CEO tim kampanye Donald Trump pada pemilu Amerika Serikat (AS) tahun 2016. Bannon juga sempat menjabat sebagai konselor senior Presiden Trump.

Bannon, yang tengah menyiapkan kampanye Donald Trump kala itu, menjadi target Nix. Nix sadar betul jika Bannon merepresentasikan dirinya sebagai orang intelektual sehingga Nix merasa perlu merepresentasikan lembaganya seperti Bannon.

Ia kemudian membuat kantor palsu di Cambridge untuk mendatangkan rombongan dari London setiap Bannon berkunjung demi mengesankan Bannon jika lembaga mereka beroperasi berlandaskan akademisi. Lalu kantor itulah yang kemudian menjadi markas Cambridge Analytica.

Baca juga: Bocoran Data Pengguna Facebook Dipakai Pilpres AS, Zuckerberg Umbar Janji

Dalam sebuah wawancara dengan The Guardian, Wylie mengaku bertemu dengan Robert Mercer bersama Bannon dan Nix. Wylie mengaku jika Bannon merayu Robert Mercer, salah satu miliarder AS, untuk mau berinvestasi.

Mercer adalah salah satu tokoh kunci pada kampanye yang menyerukan Inggris agar keluar dari Uni Eropa atau British Exit ( Brexit) yang terjadi pada tahun 2016. Ia pun menjadi salah satu tokoh sayap kanan di AS yang mendukung Trump dalam kontestasi pemilu AS.

Pertemuan tersebut membuahkan hasil suntikan dana 15 juta dollar (sekitar Rp 206 miliar) untuk Cambridge Analytica.

Cara Cambridge Analytica mendapat data pengguna Facebook

Tahun 2014, Wylie bertemu dengan Aleksandr Kogan di Universitas Cambridge. Kogan menawarkan cara tercepat, termurah, dan berkualitas untuk memanen data pengguna Facebook.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X