Bell: Helikopter 505 Jet Ranger X Cocok untuk Pariwisata Indonesia

Kompas.com - 27/08/2018, 08:24 WIB
Bell 505 Jet Ranger X di apron bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (23/8/2018). KOMPAS.com/Reska K. NistantoBell 505 Jet Ranger X di apron bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (23/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bell Helicopter melakukan serangkaian tur ke Indonesia, dengan membawa helikopter seri terbaru, Bell 505 Jet Ranger X. Lewat seri ini, Bell menargetkan pasar flying school, pariwisata, dan korporasi.

"Jadi kita punya program sekarang untuk (menyasar) flying school dan tourism," kata Yudhistira Ardi Nugraha, Business Development Manager Bell Helicopter saat dijumpai di bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (16/8/2018).

Yudhistira mencontohkan, untuk kebutuhan flying school, Bell 505 Jet Ranger X saat ini telah dipakai oleh Japan Coast Guard sebagai sarana pelatihan.

"Kita sudah deliver lima unit untuk mereka," katanya.

Sementara untuk tujuan tourism, Yudhistira mengatakan bahwa Bell 505 Jet Ranger X sangat cocok untuk segmen ini, sebab desain kaca jendela di helikopter ini memiliki sudut pandang yang bagus.

"Di sisi kursi kedua (di belakang pilot) itu untuk melihat keluar masih enak," kata Yudhistira.

Pengalaman itu dibuktikan langsung oleh KompasTekno saat mengikuti demo flight Bell 505 Jet Ranger X.

Saat terbang circuit pattern di seputaran runway Halim Perdanakusuma, di ketinggian 1.000 kaki, pemandangan jalan tol Cikampek dan area Taman Mini Indonesia Indah (TMII) bisa dilihat dengan leluasa. Kaca kabin nampak menyatu dari depan hingga ke sisi pundak penumpang.

Viewing angle dari dalam kursi penumpang Bell 505 Jet Ranger X.KOMPAS.com/Reska K. Nistanto Viewing angle dari dalam kursi penumpang Bell 505 Jet Ranger X.
Getaran dari baling-baling terasa saat pertama kali mesin menyala, dan helikopter berada di darat. Namun begitu helikopter tak lagi menjejak daratan, getaran itu berkurang dan penerbangan terasa nyaman, walau ini merupakan helikopter single engine dengan dua bilah baling-baling.

Hal ini dimungkinkan berkat pemasangan transmisi ke fuselage dengan cara yang berbeda dibanding seri sebelumnya, Bell 206, ditambah dengan teknologi liquid inertia vibration-eliminating mounts dalam Bell 505.

Dari sisi kokpit, Bell 505 Jet Ranger X mengusung konsep full glass cockpit yang modern, dengan teknologi FADEC (full authority digital engine/electronics control) dual-channel dan mengintegrasikan avionik G1000H dari Garmin. Kedua teknologi tersebut diklaim sebagai yang pertama di kelasnya.

Avionik Bell 505 menggunakan Garmin G1000H dan fitur dual-channel FADEC, diklaim yang pertama di kelasnya.KOMPAS.com/Reska K. Nistanto Avionik Bell 505 menggunakan Garmin G1000H dan fitur dual-channel FADEC, diklaim yang pertama di kelasnya.
FADEC adalah komputer yang berfungsi untuk mengatur agar mesin selalu mengeluarkan energi dengan tingkat efisiensi yang maksimum. Karena mendukung dual-channel, maka meningkatkan redundancy jika salah satu mengalami masalah.

Bell 505 Jet Ranger X memiliki 5 kursi (2 kru dan 3 penumpang), menggunakan mesin Turbomeca Arrius 2R dengan kekuatan 504 shp, dengan jangkauan terbang maksimum 360 nautical mile. Bell 505 Jet Ranger X dipasarkan dengan listed price 1 juta dollar AS (sekitar Rp 14,5 miliar).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X