12 Akuisisi Perusahaan Teknologi Terbesar dalam Satu Dekade

Kompas.com - 29/10/2018, 19:16 WIB
Logo baru Motorola Mobility GoogleLogo baru Motorola Mobility

 

8. Symentec Corp - Veritas

Perusahaan software Symantec mengakuisisi Veritas Technology Corporaton, yakni perusahaan data manajemen yang berbasis di Mountain View, California, AS. Symantec menggelontorkan uang sebesar 13,5 dollar AS untuk membeli saham Veritas pada tahun 2005.

Tapi, pada tahun 2016, Symantec resmi menjual Veritas ke perusahaan The Calyle Group.
Dalam penjualan ini, Symantec mendapatkan 5,3 miliar dollar AS setelah dipotong pajak.

9. HP - EDS

Setelah mengakuisisi Compaq pada tahun 2001, HP mengakuisisi perusahaan multinasional yang bergerak dalam layanan dan peralatan teknologi, Electronic Data Systems (EDS).

Saat itu, nilai akuisisi untuk EDS lebih rendah dibanding Compaq, yakni mendekati angka 13 miliar dollar AS pada tahun 2008.

Tetapi, akibat masalah internal HP yang menyebabkan perusahan ini terbelah menjadi dua, yakni HP Inc dan Hewlett Packard Enterprise (HPE), sebagian layanan EDS dijual ke Computer Scoences Corp senilai 8,5 dollar AS pada 2016.


10. Google - Motorola

Korporat pencarian raksasa, Google sempat mengakuisisi brand smartphone legendaris Motorola pada 2012 lalu. Saat itu, nilai akuisisi yang disepakati adalah 12,5 dollar AS. Google menargetkan protofolio Motorola yang memiliki 17.000 paten mobile.

Namun, akuisisi tersebut tak bertahan lama. Hanya dua tahun, atau tepatnya pada 2014, Google menjual bisnis smartphone Motorola ke Lenovo seharga 2,9 miliar dollar AS.

Baca juga: Pernah Dibeli Google dan Kini Dimiliki Lenovo, Apa Pentingnya Motorola?

11. Oracle - PeopleSoft

Perusahaan komputer, Oracle yang berbasis di Redwood, California, AS membeli perusahaan PeopleSoft senilai 10,3 miliar AS. Merger ini mengahiri perselisihan perkara pengambil-alihan yang berlangsung selama 18 bulan.

Dengan akuisisi ini, Oracle sempat berharap untuk pepet Microsoft sebagai perusahaan software terbesar di dunia.

Jika Microsoft mendominasi komputasi desktop dengan menawarkan program word dan spreadsheet di sistem operasi Windows-nya, maka Oracle berharap bisa melapisi software yang terikat dengan sistem database besutannya.

12. HP - Autonomy

Dalam satu dekade, setidaknya ada tiga akuisisi yang dilakukan HP. Setelah mengakuisisi EDS (meski menujualnya lagi), HP membeli Autonomy Corporation PLC, perusahaan software yang didirikan di Cambridge, Inggris pada tahun 2012.

Nilai akuisisinya saat itu berkisar 11,1 miliar dollar AS. Setelah akuisisi, CEO Autonomy, Mike Lynch seketika mundur dari jabatannya karena penurunan drastis yang dialami perusahaan tersebut dalam kuartal terakhir saat itu.

Senasib dengan EDS, HPE akhirnya menjual bisnis software ke Micro Focus seharga 8,8 miliar dollar AS di tahun yang sama saat menjual EDS. HPE mengungkapkan alasan nilai jual yang merosot jauh dari harga beli dikarenakan adanya keganjilan serius dalam sistem akuntansi perusahaan Autonomy.

Di luar 12 akuisisi di atas, sebenarnya masih ada dua akuisisi yang potensial menjadi yang terbesar sepanjang sejarah. Pertama adalah penawaran akuisisi Qualcomm terhadap perusahaan semikonduktir NXP.

Baca juga: Qualcomm Didenda Rp 29 Triliun Karena Gagal Dapat Restu China

Tahun 2016, Qualcomm menyodorkan mahar sebesar 38 miliar dollar AS, dan naik lagi ke angka 44 miliar dollar AS. Sayangnya, setelah melalui tahap review oleh badan regulasi China, proses akuisisi ini harus berhenti di tengah jalan.

Sebab, Qualcomm tak kunjung mendapat ijin dari regulator China, di mana negara tersebut menjadi wilayah pasar produk system-on-chip Qualcomm. Ada dugaan pula, kegagalan akuisisi ini diakibatkan oleh perang dagang AS-China yang diserukan Presiden Donald Trump awal tahun 2018.

Selain rencana Qualcomm sebagai subyek pembeli, Qualcomm juga sempat menjadi target akuisisi Broadcom.

Broadcom beberapa kali mengajukan pinangan ke Qualcomm dengan harga yang fantastis, hingga mencapai 103 miliar dollar AS.

Jika saja akuisisi itu terjadi, bisa dipastikan menjadi akuisisi paling besar sepanjang sejarah, mengalahkan Dell-EMC.

Namun hal itu gagal terwujud setelah titah Presiden Trump yang mengeluarkan perintah eksekutif untuk melarang akuisisi tersebut.

Alasannya, Trump khawatir jika akuisisi Qualcomm-Broadcom terwujud, maka keamanan nasional AS terancam.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X