29 November 1972, Atari Merilis Permainan Legendaris "Pong" - Kompas.com

29 November 1972, Atari Merilis Permainan Legendaris "Pong"

Kompas.com - 29/11/2018, 12:02 WIB
Permainan Pong untuk mesin permainan arcade yang dirilis Atarivia ABC.net.au Permainan Pong untuk mesin permainan arcade yang dirilis Atari

KOMPAS.com - Ketika seseorang mulai jenuh dengan pekerjaan, maka rehat sejenak dan melakukan aktivitas lain merupakan solusinya. Aktivitas lain itu bisa dilakukan dengan berbagai hal, terutama bermain video game.

Permainan ini bisa dilakukan  melalui berbagai perangkat, baik PC, laptop, atau konsol seperti PlayStastion, XBox, maupun Nintendo Switch.

Perkembangan industri game begitu signifikan. Pabrikan-pabrikan terus berinovasi untuk merilis game terbaru. Bahkan, kini video game sudah bisa dimainkan di perangkat genggam seperti smartphone, sehingga lebih memudahkan gamers.

Pada era 1970-an, game masih belum semodern saat ini. Kondisi itu dibuktikan dengan hadirnya beberapa game dengan wujud sederhana. Permainan pun dilakukan di perangkat yang terbilang besar.

Hari ini 42 tahun yang lalu, tepatnya pada 29 November 1972, salah satu industri game asal Amerika Serikat bernama Atari meluncurkan video game bernama "Pong".

Permainan ini serupa olahraga tenis meja yang menampilkan grafik dua dimensi yang sederhana. Awalnya, game ini dimainkan untuk platform arcade.

Pong dengan cepat meraih popularitas dan menjadi video game pertama yang sukses secara komersial. Banyak orang yang mulai tertarik dengan game ini. Pong kemudian semakin berkembang dalam bentuk game di konsol yang bisa dimainkan di rumah.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Nintendo Merilis "Super Mario Bros"

Konsep awal

Ralph Baer, Bapak Video Game Dunia Ralph Baer, Bapak Video Game Dunia
Dilansir dari Britannica, Seorang insinyur televisi Amerika Serikat kelahiran Jerman, Ralph Baer, meletakkan dasar permainan untuk video game pada 1958. Ia punya konsep pembuatan video game sederhana yang dapat dimainkan orang-orang di televisi rumah mereka.

Ketika konsep sudah ditemukan, salah satu perusahaan bernama Atari mulai membuat konsep lain. Perusahaan ini menciptakan Pong sebagai game untuk arcade atau mesin permainan yang dioperasikan dengan koin.

Atari mulai membuat game di arena ice skating. Pada 1972, perusahaan itu telah menjual lebih dari 8.000 mesin arcade untuk Pong.

Tak lama setelah dirilis, beberapa perusahaan mulai memproduksi permainan video yang meniru gameplay Pong, bahkan merilis game jenis baru.

Akibatnya, Atari mendorong stafnya untuk menghasilkan game yang lebih inovatif. Perusahaan ini menambahkan fitur-fitur baru.

Pada 1974, perusahaan game Magnavox yang merilis konsol Odyssey menggugat Atari karena dianggap telah mencuri konsep untuk permainan Pong.

Magnavox memenangkan gugatan tiga tahun setelahnya, hingga menegakkan paten perusahaan. Akan tetapi, pada saat itu Atari telah melisensikan paten sebesar 700.000 dollar AS.

Pada 1975 Atari mengubah Pong menjadi permainan sistem konsol. Melalui perangkat ini, Pong sudah bisa dimainkan di rumah tanpa harus mendatangi tempat hiburan atau arcade center. Permainan ini dikenal dengan nama "Home Pong", dan dimainkan dengan terhubung ke televisi.

Popularitas Pong menurun pada 1980-an karena video game kalah saing dengan yang lainnya. Banyaknya permainan yang dikeluarkan oleh beberapa konsol Industri game yang lebih maju.

Namun, Pong sudah mendapatkan tempatnya dalam sejarah sebagai game untuk arcade paling populer hingga saat itu. Bahkan, Pong menjadi koleksi Smithsonian Institution karena dianggap memiliki dampak kultural besar dalam sejarah video game.

Cara bermain

Salah satu tampilan awal game Pongwikipedia.org Salah satu tampilan awal game Pong
Pong adalah game dua dimensi yang menyimulasikan permainan tenis meja. Pemain mengendalikan "bat" untuk memukul "bola" dengan memindahkannya secara vertikal di sisi kiri atau kanan layar.

Mereka dapat bertanding dengan pemain lain sehingga "bola" akan memantul di layar.

Tujuannya adalah agar setiap pemain mencapai 11 poin untuk memenangkan pertandingan. Poin juga bisa diperoleh ketika seseorang gagal mengembalikan bola.

Kini permainan ini masih bisa dimainkan dengan nama dan versi yang bermacam-macam. Selain itu juga bisa dimainkan dengan smartphone. Bagi anda ingin bernostalgia, bisa mengunduhnya di internet.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X