Pabrik Samsung Mulai Rakit Galaxy S10

Kompas.com - 04/02/2019, 18:03 WIB
Render trio Galaxy S10Evan Blass/Twitter @evleaks Render trio Galaxy S10

KOMPAS.com - Samsung mulai tancap gas untuk memproduksi Galaxy S10 jelang peluncuran bertajuk "Galaxy Unpacked" yang akan digelar 20 Februari mendatang di San Francisco, California, AS.

Seorang sumber mengatakan, produksi massal lini Galaxy S10 telah dimulai pekan terakhir Januari 2019 lalu.

"Samsung mulai memproduksi massal Galaxy S10 di lini pabriknya di Korea pada 25 Januari 2019," kata sumber yang enggan disebut namanya tersebut.

Ia juga menhgatakan, produksi secara global sedang berlangsung di saat yang bersamaan.. Lini Galaxy S10 yang sedang masuk tahap produksi merupakan model dengan jaringan 4G LTE. Sementara model 5G disebut masih dalam antrean.

Memang, Samsung dikabarkan akan turut meluncurkan Galaxy S10 model 5G bersama lini Galaxy S10 lain, serta ponsel lipat pertamanya.

Laporan sebelumnya juga mengatakan bahwa Galaxy S10 versi 5G dan ponsel lipat akan diproduksi di Korea Selatan, markas besar Samsung. Sementara lini Galaxy S10 lainnya diproduksi di luar Korea Selatan.

Baca juga: Tanda-tanda Trio Samsung Galaxy S10 Segera Dijual di Indonesia

"Galaxy S10 5G masih menunggu dan akan mulai diproduksi nantinya selama semester pertama," ungkap sumber yang sama.

Lebih lanjut, seakan mengamini rumor yang beredar selama ini, sumber tersebut mengatakan bahwa jumlah modul kamera dan teknologi pemindai sidik jari dalam layar akan menjadi pembeda lini baru Galaxy S10, dibanding Galaxy S sebelumnya.

"Ketiga model Galaxy S10 akan didukung sensor pemindai sidik jari yang dibenamkan dalam layar untuk memungkinkan pengguna mengidentifikasikan dirinya lebih nyaman dibanding sebelumnya," jelasnya.

Baca juga: Inikah Samsung Galaxy S10 Plus Versi 5G?

Sensor ultrasonik

Rumor sebelumnya mengatakan bahwa dua model unggulan yang kemungkinan adalah Galaxy S10 reguler dan Galaxy S10 Plus, akan menggunakan sensor pemindai sidik jari ultrasonik yang diklaim bakal lebih responsif dan akurat.

Sementara versi paling rendah yang kemungkinan bernama Galaxy S10E atau Galaxy S10 Lite, akan mengandalkan sensor pemindai sidik jari optik. Sensor ultrasonik Galaxy S10 dikembangkan oleh pabrikan chipset Qualcomm.

Sensor ini akan memetakan sidik jari pengguna ke bentuk tiga dimensi, berbeda dengan sensor optis yang hanya memetakannya dalam bentuk dua dimensi.

Selain menjanjikan akurasi yang lebih baik dibanding teknologi sebelumnya, sensor ultrasonik disebut akan tetap bekerja dengan baik dalam kondisi jari yang berminyak atau berkeringat.

Galaxy S10 juga akan dilengkapi dengan pelindung layar yang bisa dilepas untuk melindungi layar lengkungnya.

Baca juga: Bocoran Tiga Varian Galaxy S10 Beserta RAM dan Kapasitas Penyimpanan

Belakangan beredar kabar bahwa Samsung bersiap meluncurkan smartphone dengan memori internal 1 terabyte. Seri Galaxy S10 paling mahal, sepertinya adalah model yang mengadopsi fitur tersebut.

"Kamera dengan tiga lensa, pemindai sidik jari dalam layar, dan bahkan pelindung layar pre-instal akan memberikan apa yang dibutuhkan konsumen," ujar salah satu perwakilan Samsung.

Di sisi lain, Samsung akan menghadapi tantangan yang berbeda untuk pasar ponsel lipat. Ponsel lipat Samsung disebut-sebut akan dibanderol harga hingga 2 juta won atau sekitar Rp 26 jutaan.

"Harga yang sangat mahal akan menjadi tantangan besar untuk ponsel lipat di pasar mainstream," jelas perwakilan Samsung seperti dikutip KompasTekno dari The Investor, Senin (4/2/2019).


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X