Pendapatan dari Podcast Bakal Tembus Rp 14 Triliun

Kompas.com - 07/07/2019, 16:03 WIB
Ilustrasi THINKSTOCK/BRIAN A JACKSONIlustrasi
Penulis Oik Yusuf
|

KOMPAS.com - Podcast alias siaran audio digital lewat internet belakangan kembali naik daun, termasuk di Indonesia. Seiring dengan popularitas yang meningkat, begitu pula dengan belanja iklan di industri ini.

Jaringan penyedia layanan profesional PricewaterhouseCoopers (PwC) di dalam laporan Global Entertainment and Media Outlook 2019-2023 memperkirakan bahwa tahun ini pendapatan iklan podcast secara global akan menembus angka 1 miliar dollar AS (Rp 14 triliun).

Pendapatan iklan podcast diproyeksikan akan tumbuh 23,1 persen menjadi 1,4 miliar dollar AS dari 2019 hingga 2023, atau sekitar dua kali dari angka sekarang sebesar 0,7 miliar dollar AS.

Lebih lanjut, disebutkan pula bahwa pendapatan iklan podcast akan melebihi revenue dari sirkulasi koran digital pada 2022. Secara umum pendapatan iklan dari format audio, yakni musik dan radio di samping podcast, terus menunjukkan tren bertumbuh.

Menurut PwC, kenaikan popularitas format media audio belakangan ini turut ditunjang oleh sejumlah faktor, termasuk penjualan perangkat speaker pintar, tumbuhnya kepercayaan pengiklan terhadap pemirsa podcast, berikut akuisisi dan investasi oleh para pemainnya seperti Spotify.

Baca juga: Bisnis Video Streaming Berbayar Bakal Makin Moncer di 2022

Dibandingkan dengan radio, podcast menawarkan durasi iklan yang lebih sedikit, yakni rata-rata 2 menit iklan per jam, sementara radio rata-rata menayangkan 10 menit ikan per jam.

Meski demikian, pengiklan agaknya bersedia membayar lebih untuk podcast karena pemirsanya menunjukkan engagement lebih tinggi, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari What's New in Publishing, Minggu (7/7/2019).

Baca juga: Radio 4G Pertama di Dunia, Bentuknya Jadul, Harganya Rp 17 Juta

Sebuah analisis podcast dari Apple, misalnya, mengatakan bahwa pemirsa podcast bisa mendengarkan 90 persen dari keseluruhan sebuah episode, berapapun durasi dan apapun genre dari podcast yang bersangkutan.

Dari jenis iklan podcast, sebagian besar (51,2 persen) sejauh ini merupakan jenis “baked in” yang sudah tergabung di dalam file audio. Namun, semakin lama semakin banyak yang memakai iklan “programmatic ad” yang diselipkan secara dinamis.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X