Facebook Didenda Rp 70 Triliun Akibat Skandal Cambridge Analytica

Kompas.com - 14/07/2019, 08:17 WIB
Cambridge Analytica Getty ImagesCambridge Analytica

KOMPAS.com - Komisi Perdagangan Federal AS (FTC) akhirnya menjatuhkan sanksi ke Facebook atas skandal Cambridge Analytica. Facebook dijatuhi denda 5 miliar dollar AS atau berkisar Rp 70 triliun, karena dianggap lalai melindungi data pribadi pengguna.

Sanksi ini dijatuhkan berdasarkan voting, di mana tiga regulator asal Partai Republik menyatakan setuju menghukum Facebook, sementara dua regulator asal Partai Demokrat menolak.

Untuk mengingatkan kembali, awal tahun 2018 lalu, Facebook tersandung skandal penyalahgunaan data pribadi pengguna. Sebanyak 87 juta data pengguna berada di tangan firma analis data Cambridge Analytica.

Data ini diduga disalahgunakan untuk keperluan pilpres AS tahun 2016. Sejak skandal itu menyeruak, FTC menggelar investigasi terhadap Facebook yang juga mendapat pengawasan ketat terkait penggunaan data pribadi pengguna.

Baca juga: Pendiri Apple Sarankan Hapus Akun Facebook

Kabarnya, Facebook telah mengantisipasi denda ini dengan mengalokasikan anggaran hukum sebesar 3 miliar dollar AS (Rp 42 triliun). Mereka sudah memperkirakan denda yang dijatuhkan akan berkisar pada angka 3-5 miliar dollar AS.

Denda yang kecil

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Denda ini terbilang kecil jika dibandingkan dengan pendapatan Facebook. Pada tahun 2018, pendapatan Facebook mencapai 55 miliar dollar AS (Rp 768 triliun), 10 kali lipat dari denda yang dijatuhkan FTC.

Bulan April 2019, Facebook membukukan pendapatannya per kuartal pertama sebesar 15 miliar dollar AS (Rp 209 triliun) dan cadangan kas lebih dari 40 miliar dollar AS (Rp 559,2 triliun), menurut laporan New York Times.

Selain denda, Facebook sepakat untuk lebih komprehensif untuk mengelola data pengguna. Tapi tidak dijelaskan adanya pembatasan Facebook untuk mengambil dan membagikan data dengan pihak ketiga.

Baca juga: Facebook Pastikan Data Pengguna Indonesia Tak Dipakai Cambridge Analytica

Dilansir KompasTekno dari WCCF Tech, Minggu (14/7/2019), FTC memiliki wewenang untuk meminta pertanggungjawaban Mark Zukerberg selaku CEO Facebook Inc, terkait segala isu tentang penyalahgunaan data pengguna.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.