Kominfo Tegaskan SOP Pergantian Kartu SIM Sudah Jelas

Kompas.com - 21/01/2020, 20:55 WIB
Seorang pedagang terlihat sedang memilih SIM card di gerai miliknya di kawasan Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten, Selasa (7/11/2017). Pemerintah mewajibkan registrasi ulang SIM card bagi para pengguna telepon seluler hingga 28 Februari 2018 dengan memakai nomor NIK dan kartu keluarga (KK). KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELISeorang pedagang terlihat sedang memilih SIM card di gerai miliknya di kawasan Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten, Selasa (7/11/2017). Pemerintah mewajibkan registrasi ulang SIM card bagi para pengguna telepon seluler hingga 28 Februari 2018 dengan memakai nomor NIK dan kartu keluarga (KK).

KOMPAS.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kominfo) menegaskan bahwa standar operasional prosedur (SOP) dalam registrasi dan pergantian kartu SIM seluler sudah sangat jelas.

Hal ini diungkapkan pihak Kominfo terkait dengan kasus pembobolan rekening melalui kartu SIM yang menimpa wartawan senior, Ilham Bintang.

Dalam kasus tersebut, pelaku "membajak" kartu subscriber identity module (SIM) Indosat milik Ilham Bintang. Si pelaku mengaku-aku sebagai Ilham dan datang ke sebuah gerai Indosat untuk mengambil alih nomor tersebut.

Guna mengelabui petugas gerai, pelaku pun diduga membawa sebuah fotokopi kartu identitas yang disinyalir telah dipalsukan. Setelah nomor kartu Indosat milik Ilham diambil alih, pelaku dengan leluasa membobol rekening milik korban.

Menurut pihak Kementerian Kominfo, meski SOP-nya sudah jelas, ada saja prosedur yang kerap terlewatkan.

"Kami (Kominfo) sudah meminta seluruh operator untuk menjalankan SOP pergantian kartu, misalnya harus membawa KTP asli, harus bertanya nama lengkap ibu kandungnya, kemudian bertanya transaksi terakhir apa yang dilakukan," ujar Ferdinandus Setu, Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo.

Baca juga: Ilham Bintang Ceritakan Bagaimana Kartu SIM-nya Ditukar hingga Rekening Dibobol

Ferdinandus pun mengatakan, dengan dilakukannya SOP (Standar Operasional Prosedur) tersebut dengan benar, maka kasus seperti yang menimpa Ilham Bintang tidak akan lagi terjadi.

"Kalo itu dilakukan, kami yakin bisa meminimalisasi kejahatan seperti kasus-kasus ini," kata Ferdinandus.

Saat ditemui KompasTekno di Studio Orange KompasTV, Selasa (21/1/2020), pria yang akrab disapa Nando ini pun mengatakan bahwa operator seluler Indosat telah lalai dalam kasus ini.

"Sebenarnya secara SOP itu sudah ada, artinya aturan yang sekarang tuh sudah clear semua, hanya penerapannya itu yang kadang-kadang terlewatkan," lanjutnya.

Baca juga: Kasus Ilham Bintang, Kominfo: Indosat Tak Ikuti SOP

Soal registrasi kartu SIM, Kominfo juga mengungkapkan bahwa pihaknya memang bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X