Kominfo Uji Coba Pengendalian Ponsel BM Lewat IMEI Februari

Kompas.com - 28/01/2020, 20:34 WIB
Ilustrasi nomor IMEI dan nomor sertifikat Postel di label ponsel KOMPAS.com/Bill ClintenIlustrasi nomor IMEI dan nomor sertifikat Postel di label ponsel

JAKARTA, KOMPAS.com - Aturan pengendalian ponsel black market (BM) lewat IMEI baru akan diterapkan pada bulan April mendatang. Namun, kementerian Kominfo mengatakan akan melakukan uji coba pada Februari 2020.

Hal tersebut diutarakan oleh Menkominfo, Johnny Plate. "Bulan Februari nanti," kata Johnny dengan singkat kepada KompasTekno, Selasa (28/1/2020).

Ia pun belum menjelaskan secara rinci bagaimana mekanisme uji coba tersebut akan dilakukan, termasuk apakah akan memblokir ponsel yang ketahuan masuk ke Indonesia lewat jalur ilegal.

Pasalnya, untuk melakukan uji coba tersebut ada sejumlah pihak yang akan dilibatkan, salah satunya adalah operator seluler yang menjadi ujung tombak dalam implementasi regulasi ini.

Baca juga: Smartfren: Blokir IMEI Lebih Menguntungkan Pemerintah

Operator seluler membutuhkan mesin bernama Equient Identity Register (EIR) untuk mendeteksi ponsel mana saja yang masuk ke Indonesia secara ilegal.

Mesin tersebut dapat mendeteksi melalui nomor IMEI milik perangkat. Nomor IMEI adalah deretan 15 digit angka yang dimiliki perangkat bergerak untuk keperluan identifikasi saat terhubung jaringan seluler.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pengendalian ponsel BM ini dilakukan operator seluler dengan mencocokkan IMEI perangkat yang terhubung ke jaringannya, dengan database resmi yang disimpan oleh pemerintah.

Baca juga: Pemerintah Sahkan Aturan Blokir Ponsel BM via IMEI

Jika nomor IMEI perangkat tidak ditemukan dalam database pemerintah, maka perangkat tersebut dianggap masuk ke Indonesia lewat jalur ilegal. Operator seluler pun akan memblokir jaringan seluler perangkat.

Regulasi ini telah disahkan oleh tiga kementerian pada akhir 2019 lalu, yakni Kementerian Kominfo, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian. Untuk implementasi resminya akan mulai diterapkan secara merata pada April 2020.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.