Netflix Ternyata Pernah Hapus Film atas Permintaan Sejumlah Negara

Kompas.com - 10/02/2020, 17:26 WIB
Kantor Netflix di Hollywood, LA. Business InsiderKantor Netflix di Hollywood, LA.
Penulis Bill Clinten
|

KOMPAS.com - Untuk pertama kalinya, layanan streaming video berbayar, Netflix menguak sejumlah konten yang telah diblokir oleh pihaknya selama 23 tahun platform tersebut berjalan.

Informasi ini dituangkan di dalam laporan bertajuk "Environmental Social Governance" yang dirilis Netflix baru-baru ini.

Dalam laporan tersebut, ada sembilan konten yang telah diturunkan oleh Netflix atas permintaan tertulis dari sejumlah negara yang diterima pihaknya dari tahun 2015 hingga 2020.

Singapura menjadi negara yang paling banyak melaporkan konten yang dinilai tidak pantas dengan jumlah lima konten. Kelima film tersebut berjudul Cooking on High, Legend of 420, Disjointed, The Last Temptation of Christ, dan The Last Hangover.

Empat konten lainnya yang berjudul The Bridge, Full Metal Jacket, Night of the Living Dead, serta Patriot Act with Hasan Minhaj, masing-masing dilaporkan oleh Selandia Baru, Vietnam, Jerman, dan Arab Saudi.

Karena dilaporkan oleh negara yang berbeda, kesembilan konten ini hanya "dihapus" secara spesifik di wilayah yang bersangkutan saja, sehingga konten tersebut masih bisa diakses di negara lain.

Saat ditelusuri, KompasTekno sempat mencari kesembilan konten tersebut di aplikasi Netflix dan ternyata semuanya, kecuali Night of the Living Dead, masih bisa ditonton. Ada kemungkinan film horror tersebut diblokir di negara lain juga, terlepas dari Jerman.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rencananya, Netflix bakal membeberkan konten apa saja yang pihaknya telah blokir di setiap tahunnya secara rutin.

Netflix sendiri tidak akan memblokir konten yang tersedia di platformnya jika tak ada permintaan tertulis dari negara yang mempermasalahkannya, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Axios, Senin (10/2/2020).

Baca juga: Paket Netflix Khusus Smartphone Hadir di Indonesia, Rp 49.000 Per Bulan

Adapun layanan Netflix saat ini sudah dinikmati di lebih dari 190 negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia

Konten Netflix tengah disorot di Indonesia

Netflix.Getty Images Netflix.

Nah, jika mengacu pada laporan Netflix tadi, nama Indonesia tidak disebut sebagai negara yang pernah melaporkan konten yang tidak pantas.

Padahal konten yang tersedia di Netflix hingga kini masih menjadi polemik di Tanah Air, setidaknya bagi sejumlah pihak.

Baca juga: #NetflixTidakAman Mendadak Ramai di Twitter, Ini Kata Analis Medsos

Sejak pertama kali meluncur pada 2016 lalu, Netflix telah diblokir oleh Telkom Group dan hingga saat ini masih tidak bisa diakses di layanan Indihome, Telkomsel, maupun Wifi.id.

Meski begitu, layanan Netflix sendiri memang masih bisa dinikmati melalui sejumlah provider lain.

Menurut pihak Telkom, pemblokiran Netflix ini masih berlaku lantaran sejumlah konten di platform tersebut masih banyak yang berbau pornografi dan dinilai tidak aman untuk ditonton.

Terlebih, Netflix disebut tidak mau memenuhi persyaratan Telkom, di mana penyedia layanan video on demand itu diharuskan menarik konten bermasalah, misalnya pornografi, dalam 24 jam.

Terkait soal Netflix dan Telkom ini, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny Plate sempat mengatakan bahwa masalah tersebut sejatinya harus diselesaikan secara business to business (B2B).

Sebab, ia menyebut pemblokiran Netflix yang terjadi saat ini bukan atas permintaan Kemenkominfo (pemerintah), melainkan korporasi.

Baca juga: Netflix Tak Pernah Bayar Pajak, Berapa Kerugian Negara?

Sementara jika melihat dari sisi pengguna, konsumen sendiri agaknya tidak begitu mempermasalahkan konten di Netflix.

Pasalnya, berdasarkan pernyataan Wakil Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia ( YLKI), Sudaryatmo, yang dijumpai KompasTekno beberapa pekan lalu, saat ini belum ada konsumen yang mengadukan konten Netflix secara formal.

Menurutnya, keluhan masyarakat terkait Netflix lebih banyak ditemukan di media sosial dengan berbagai topik, mulai dari mereka yang merasa tidak adil dengan pemblokiran, soal legalitas Netflix di Indonesia, hingga pelanggaran hak konsumen untuk memperoleh informasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Axios
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.