Sejarah Medium Pencarian Jodoh, dari Iklan Cetak hingga Tinder

Kompas.com - 14/02/2020, 10:35 WIB

Ketika itu sekelompok mahasiswa Universitas Harvard membuat "Operation Match", yakni layanan pencarian jodoh yang dijalankan di komputer mainframe seberat 5 ton.

Caranya, peminat terlebih dahulu mengisi kuisioner yang mendeskripsikan diri mereka sekaligus kriteria calon jodoh yang diminati.

Setelah jawabannya dikopi dalam bentuk punch card, komputer kemudian menganalisa dan mencocokannya secara otomatis dengan 5 peminat lain yang memiliki kriteria bersesuaian. Biaya yang dikenakan sebesar 3 dollar AS atu setara dengan 22 dollar AS hari ini (Rp 452.000).

Layanan cari jodoh itu ternyata laku keras. Pada akhir 1965 sudah ada puluhan ribu mahasiswa peminat yang mendaftar ke Operation Match.

Beberapa dekade setelahnya, layanan serupa Operation Match bisa diakses secara jauh lebih praktis dan meluas berkat perkembangan internet dan gadget.

Baca juga: Tinder, Spotify, dan Netflix Tak Mau Dipajaki Google

Era 1990-an sudah banyak bermunculan fasilitas iklan online dan chat room untuk mencari jodoh di situs-situs populer seperti Ameria Online, Prodigy, Match.com, hingga Craiglist. Kencan online bahkan diangkat ke layar lebar lewat film You've Got Mail.

Di abad ke-21, aneka macam situs online dating tersedia dan bisa digunakan untuk mencari jodoh berdasarkan kota tempat tinggal, kepercayaan, hobi, orientasi seksual, hingga etnisitas sehingga memperbesar peluang menemukan kencan yang cocok.

Tinder sebenarnya bukan aplikasi kencan yang pertama karena beberapa aplikasi lain sudah lebih dulu muncul, terutama dari komunitas gay.

Hanya saja, setelah resmi hadir di iPhone pada 2012, Tinder dengan cepat menjadi aplikasi dating terpopuler, apalagi setelah melebarkan sayap ke platform Android setahun setelahnya. Semenjak itu, aplikasi sejenis makin banyak bermunculan dan populer di masyarakat.

Baca juga: Masih Jomblo? Ini 10 Aplikasi Populer yang Bisa Membantu Cari Jodoh

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Huffpost
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X