Google: Ponsel Huawei Jangan Sembarangan Pakai Gmail, YouTube, dkk

Kompas.com - 25/02/2020, 11:51 WIB
ilustrasi aplikasi Google bbc.comilustrasi aplikasi Google
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - Semenjak namanya masuk dalam daftar hitam AS yang bernama entity list pada 2019 lalu, ponsel terbaru Huawei mulai seri Mate 30 tak bisa lagi memakai aneka layanan dan aplikasi Google, termasuk Gmail, YouTube, Google Maps, hingga toko aplikasi PlayStore.

Sebagian pengguna mengakali dengan coba memasang aplikasi dan layanan Google dari sumber tak resmi (sideload).

Google belakangan mengeluarkan pernyataan mengenai hal tersebut dengan mengimbau pengguna Huawei agar tak memasang aplikasinya.

Baca juga: Huawei, Oppo, Vivo, Xiaomi Bergabung Bikin Pesaing Google Play Store

Sebab, aplikasi sideload yang diambil dari sumber non-resmi bisa saja bukan aplikasi asli seperti yang dikehendaki, atau mengandung malware berbahaya yang bisa mengancam sekuriti perangkat dan data pribadi.

"Aplikasi Google yang dijalankan dengan sideload tidak akan berfungsi dengan lancar karena kami tak membolehkan layanan-layanan ini berjalan di perangkat tidak bersertifikat, yang keamanannya belum tentu terjamin," tulis Google dalam pernyataannya.

Sertifikat dimaksud adalah "Play Protect Certified Devices", yakni perangkat-perangkat yang lolos uji sekuriti Google dan dipasangi rangkaian fitur Google Play Protect untuk melindungi dari malware, serangan hacker, atau ancaman keamanan lain.

Google mengatakan bahwa, dikarenakan ketentuan dari pemerintah AS, perangkat Huawei yang dirilis setelah 16 Mei 2019 -tanggal masuknya Huawei ke blacklist AS- tidak bisa mengikuti uji sertifikasi Play Protect ataupun dipasangi software Google Play Protect.

Baca juga: Huawei Dikabarkan Ingin Putus Hubungan dengan Google

"Dengan demikian, mereka (perangkat-perangkat Huawei yang rilis setelah 16 Mei 2019) dianggap tidak memiliki sertifikasi, serta tidak bisa memakai aplikasi dan layanan Google," lanjut Google.

Adapun perangkat-perangkat Huawei yang sudah dirilis pada atau sebelum 16 Mei 2019 bisa terus menjalankan aplikasi serta layanan Google serta mendapat update rutin, setidaknya untuk sekarang, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari The Verge, Selasa (25/2/2020).

Baca juga: Tanpa Google, Huawei Mate 30 Pro Bisa Akses Aplikasi Ojek Online dan E-commerce?

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber The Verge
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X