Streamer Game Kondang "Ninja" Hapus TikTok dari Semua Perangkatnya

Kompas.com - 10/07/2020, 08:00 WIB
Tyler Blevins atau akrab dipanggil Ninja (ROBERT REINERS/GETTY IMAGES)Tyler Blevins atau akrab dipanggil Ninja

KOMPAS.com - Aplikasi jejaring sosial berbasis video pendek, TikTok tengah menjadi sorotan oleh banyak pihak. Kali ini, giliran streamer game kondang, Richard Tyler Blevins mengumumkan menghapus akun TikTok-nya.

Blevins, yang dikenal dengan nama " Ninja" di industri game itu mengumumkan telah menghapus aplikasi TikTok di seluruh perangkatnya. Menurut Blevins, aplikasi itu dianggap berbahaya karena konsep pengumpulan datanya tidak wajar.

"Saya telah menghapus aplikasi TikTok dari semua perangkat saya," kata Tyler dikutip dikutip KompasTekno dari akun Twitter pribadinya, Jumat (10/7/2020).

Baca juga: Benarkah TikTok Mengirim Data Penggunanya ke China?

"Semoga ada perusahaan yang tidak terlalu intrusif (perusahaan pengumpul data) yang tidak dimiliki oleh China dapat mengatur ulang konsep secara legal, seperti menyajikan konten yang lucu dan mengagumkan dari influencer di aplikasi," imbuh pemilik akun @Ninja itu.

Ninja sendiri tak hanya populer sebagai streamer game, Ia juga cukup populer di TikTok dan getol membuat sejumlah video kocak.

Bahkan, akun TikTok Blevins dengan nama "Ninja" sudah terverifikasi (verified) dengan jumlah follower mencapai 4 juta, dan sukses meraup 21 juta "likes".

Meski Ninja telah menghapus TikTok dari semua perangkatnya, namun akun Ninja belum dinon-aktifkan oleh Blevins. Ia juga tidak mengatakan apakah akan berhenti dari TikTok sepenuhnya atau tidak.

Terlepas dari itu, menarik melihat beberapa pihak yang terus mengincar TikTok, gara-gara dugaan praktik pengumpulan datanya yang dinilai tak wajar.

Baca juga: Donald Trump Dikerjai Warga TikTok, Kampanye Pilpres Jadi Sepi

Beberapa waktu lalu, pemerintah India telah memblokir 59 aplikasi buatan China, termasuk TikTok dan WeChat, atas alasan tersebut.

Tak hanya India, pemerintah Amerika Serikat juga dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk memblokir TikTok dan beberapa media sosial asal China lainnya. Alasannya tidak beda dengan pemblokiran Huawei, yakni ancaman keamanan nasional.

Di samping itu, aplikasi yang bernaung di bawah ByteDance itu juga kini berhenti beroperasi untuk sementara waktu di Hong Kong.

Sebab, praktik pengumpulan data yang diterapkan TikTok dianggap belum sesuai dengan Undang-Undang Keamanan Hong Kong yang baru disahkan oleh Pemerintah China.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X