Sejarah Harbolnas, Belanja Setiap 12.12 yang Kini Tak Lagi Sakral

Kompas.com - 12/12/2020, 08:01 WIB
. SHUTTERSTOCK.

Beberapa e-commerce kerap menjadikan tanggal ganda, seperti 9.9 di bulan September, 10.10 di bulan Oktober, atau 11.11 di bulan November untuk menggelar diskon serupa Harbolnas. Tujuannya tentu untuk menarik traffic dan minat belanja masyarakat Indonesia.

"Banyak e-commerce yang melihat bahwa angka-angka ganda ini angka yang bagus di masyarakat," kata Ikrar Pradana, Account Strategist, Criteo dalam sebuah acara temu media menjelang harbolnas yang berlangsung secara daring, Kamis (3/12/2020).

"Dari situ dimulailah tanggal-tanggal double itu sebagai hari berbelanja. E-commerce banyak yang membuat festival belanja online di tanggal-tanggal double dan acara puncaknya saat harbolnas," imbuhnya.

Biasanya, rangkaian festival belanja ini dimulai sejak bulan September. Namun, munculnya festival belanja hampir tiap bulannya ini membuat harbolnas yang seharusnya digelar sehari, yakni 12 Desember, seakan terasa tidak "sakral".

Bisa jadi, karena antusiasme belanja online berulang hampir tiap bulannya.

Nilai transaksi

Seperti perayaan belanja di negara lain, harbolnas juga mencatatkan nilai transaksi yang menggiurkan. Pada tahun 2019, survei Nielsen Indonesia memperkirakan nilai transaksi harbolnas menembus angka Rp 9 triliun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Angka tersebut meningkat dari tahun sebelumnya, yakni tahun 2018 dengan nilai transaksi yang ditaksir mencapai Rp 6,8 triliun. Tahun 2020, harbolnas dibayang-bayangi pandemi covid-19 yang melumpuhkan ekonomi dalam negeri.

Namun, Criteo memprediksi harbolnas 2020 akan tetap diserbu masyarakat Indonesia untuk berbelanja online. Prediksi itu ditarik dari data festival belanja tanggal ganda yang digelar sejumlah e-commerce beberapa bulan sebelumnya.

Dalam festival belanja tersebut, Criteo mencatat ada pertumbuhan tingkat penjualan. Diyakini, tren positif ini akan berlanjut hingga harbolnas 2020 mendatang.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Ubah Perilaku Belanja Orang Indonesia

Hati-hati diskon palsu

Diskon yang disebar saat harbolnas bervariasi. Tak jarang para e-commerce menawarkan diskon hingga 70 persen atau lebih.

Namun perlu hati-hati agar tidak terkecoh permainan marketing. Beberapa pelapak "nakal" biasanya menaikkan lebih dulu harga asli berkali-kali lipat sebelum memberikan diskon. Agar nantinya, harga setelah diskon terlihat lebih murah.

Padahal, sebetulnya harga pasarannya sama dengan harga setelah diskon. Untuk itu, ada baiknya jika mengincar suatu barang, sudah lebih dulu tahu harga sebenarnya agar tidak terkecoh dengan diskon bodong. Bisa juga membandingkan harga barang diincar dari satu e-commerce dan e-commerce yang lain.

Baca juga: Insiden iPhone Jadi Sabun Salah Siapa?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X