Sejarah Harbolnas, Belanja Setiap 12.12 yang Kini Tak Lagi Sakral

Kompas.com - 12/12/2020, 08:01 WIB
Black Friday di Amerika Serikat Michael Nagle untuk BloombergBlack Friday di Amerika Serikat

Pada Cyber Monday, para peritel online mengadakan promo dan diskon besar-besaran untuk menarik minat belanja daring. Cyber Monday sendiri terilhami dari perayaan belanja online Black Friday yang digelar setiap hari Jumat setelah Thanksgiving.

Black Friday juga menjadi ajang perayaan musim belanja menjelang Natal. Seperti saat lebaran, saat Black Friday gerai-gerai luring buka lebih lama dan menawarkan diskon besar-besaran atau cuci gudang untuk menarik pembeli.

Harbolnas juga terinspirasi dari Hari Jomblo alias Singles'Day atau Double 11 atau dikenal pula dengan istilah Bachelors'Day. Hari Jomblo yang jatuh setiap tanggal 11 November di China kini menjadi ajang belanja daring dan luring terbesar di dunia.

Alibaba Group, perusahaan retail raksasa di China mendulang untung tiap tahunnya. Pada tahun 2013, situs retail online di bawah Alibaba Group, seperti Tmall dan Taobao, meraup 5,8 miliar dollar AS.

Pendapatan mereka semakin meningkat tiap tahunnya, hingga tahun 2020, Alibaba meraup 74,1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.047 triliun (kurs rupiah Rp 14.100).

Tidak cuma Alibaba, e-commerce besar lain seperti JD.com juga mendapat untung besar dalam perayaan 11.11. Pada perayaaan Single Day 2020, JD.com mendapat 40,97 miliar dollar AS (sekitar Rp 579 triliun).

Baca juga: Profil Colin Huang, Pendiri Situs Belanja yang Kekayaannya Lampaui Jack Ma

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tidak lagi sakral?

Kesuksesan harbolnas ternyata membuat sejumlah e-commerce latah untuk menduplikasi antusiasme yang sama di luar bulan Desember.

Beberapa e-commerce kerap menjadikan tanggal ganda, seperti 9.9 di bulan September, 10.10 di bulan Oktober, atau 11.11 di bulan November untuk menggelar diskon serupa Harbolnas. Tujuannya tentu untuk menarik traffic dan minat belanja masyarakat Indonesia.

"Banyak e-commerce yang melihat bahwa angka-angka ganda ini angka yang bagus di masyarakat," kata Ikrar Pradana, Account Strategist, Criteo dalam sebuah acara temu media menjelang harbolnas yang berlangsung secara daring, Kamis (3/12/2020).

"Dari situ dimulailah tanggal-tanggal double itu sebagai hari berbelanja. E-commerce banyak yang membuat festival belanja online di tanggal-tanggal double dan acara puncaknya saat harbolnas," imbuhnya.

Biasanya, rangkaian festival belanja ini dimulai sejak bulan September. Namun, munculnya festival belanja hampir tiap bulannya ini membuat harbolnas yang seharusnya digelar sehari, yakni 12 Desember, seakan terasa tidak "sakral".

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.