Italia Minta TikTok Blokir Pengguna Setelah Kematian Gadis 10 Tahun

Kompas.com - 25/01/2021, 07:04 WIB
ilustrasi TikTok reuters.comilustrasi TikTok

KOMPAS.com - Pengawas data pribadi di Italia meminta Tiktok agar memblokir penggguna yang masih di bawah umur.

Dalam pernyataanya, regulator mengatakan walaupun TikTok telah melarang anak-anak di bawah usia 13 tahun membuat akun di platformnya, namun tidak mudah menegakkan aturan tersebut.

Walhasil, TikTok diminta untuk memblokir akun pengguna yang belum terverifikasi di Italia, hingga 15 Februari mendatang, sembari menunggu instruksi regulator Italia lebih lanjut.

Permintaan ini dibuat setelah seorang gadis berusia 10 tahun di Palermo, Sisilia, tewas karena mengikuti tantangan di TikTok yang disebut blackout challenge.

Baca juga: Aturan Baru TikTok untuk Pengguna di Bawah 18 Tahun, Sejumlah Fitur Dibatasi

Dalam tantangan tersebut, pengguna diminta melilitkan ikat pinggang di leher dan menahan napas, sambil merekam dirinya dengan ponsel. Malang, gadis tadi mengalami asphyxiation (sesak napas) saat mengikuti challenge, sebelum akhirnya meregang nyawa.

"TikTok adalah dunianya, dan juga YouTube. Begitu caranya untuk menghabiskan waktu," kata Ayah korban, Angelo Sicomero yang dikutip Reuters dari koran lokal, Corriere della Sera.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perwakilan TikTok Italia mengatakan sedang melakukan komunikasi dengan regulator di Italia, dan mendalaminya.

"Privasi dan keamanan adalah prioritas mutlak TikTok dan kami terus bekerja untuk menguatkan kebijakan, proses, dan teknologi kami untuk melindungi komunitas kami dan pengguna yang lebih muda khususnya," jelas perwakilan TikTok, dihimpun KompasTekno dari Reuters, Senin (25/1/2021).

Seperti di kebanyakan negara, TikTok semakin populer di kalangan remaja Italia. Sementara itu, penegak hukum telah membuka investigasi terkait kemungkinan hasutan bunuh diri, dan mencari tahu apakah ada seseorang yang mengajak gadis malang itu untuk melakukan blackout challenge.

Baca juga: Bukan Artis, Ini Dia Seleb TikTok Pertama dengan 100 Juta Follower

"Pengawas memutuskan untuk melakukan intervensi karena masalah yang mendesak, menyusul kasus mengerikan gadis berusia 10 tahun dari Palermo," kata perwakilan pihak berwenang Italia.

Setelah kejadian tersebut, TikTok dilarang memproses lebih lanjut data pengguna yang usianya belum bisa dipastikan, dan yang tidak mematuhi ketentuan terkait syarat usia.

Dengan begitu, akun pengguna yang belum terverifikasi tidak akan lagi bisa mengunggah video atau berinteraksi dengan pengguna lainnya di aplikasi buatan ByteDance itu.

Pada Desember lalu, TikTok juga menjadi sorotan karena dianggap banyak memuat konten kekerasan. TikTok dinilai gagal melindungi pengguna di bawah umur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.