Facebook Ingin Kurangi Konten Berbau Politik di News Feed

Kompas.com - 29/01/2021, 13:36 WIB
CEO Facebook Mark Zuckerberg saat memberikan kesaksian di depan senat atas skandal kebocoran data pengguna Facebook oleh Cambridge Analytica. Brendan Smialowski / AFPCEO Facebook Mark Zuckerberg saat memberikan kesaksian di depan senat atas skandal kebocoran data pengguna Facebook oleh Cambridge Analytica.

KOMPAS.com - CEO Facebook, Mark Zuckerberg, baru-baru ini menyatakan keinginannya untuk mengurangi konten berbau politik di media sosial besutannya. Menurut Zuckerberg, hal tersebut dilakukan agar pengguna merasa lebih nyaman.

Hal itu ia utarakan dalam sebuah paparan kinerja perusahaan kuartal emapt (Q4) 2020. Ia mengatakan, saat ini Facebook tengah mencari cara agar tayangan konten berbau politik dapat berkurang, khususnya di bagian News Feed.

"Kami perlu memastikan bahwa komunitas yang terhubung dengan orang-orang, adalah komunitas yang sehat dan positif. Itu adalah sesuatu yang kami fokuskan untuk sekarang," kata Zuckerberg.

Ia juga mengatakan bahwa Facebook akan berhenti merekomendasi grup politik secara permanen. Biasanya, Facebook memang menggunakan algoritma untuk merekomendasikan grup yang sesuai dengan minat pengguna, termasuk politik.

Facebook sebelumnya juga telah menghentikan rekomendasi tersebut menjelang pemilihan presiden 2020. Namun, kini Zuckerberg memastikan bahwa penghentian itu akan dilakukan secara permanen dan bukan hanya di Amerika Serikat.

Baca juga: Begini Cara Facebook Hapus 99,5 Persen Konten Kekerasan Anak

Sayangnya, bos Facebook itu belum menjelaskan secara spesifik bagaimana Facebook akan mengurangi postingan berbau politik di news feed tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski demikian, Zuckerberg menegaskan bahwa bukan berarti Facebook melarang sepenuhnya konten politik beredar di lini masa.

Ia mengatakan, pengguna masih tetap dapat berdiskusi tentang politik atau bergabung dalam grup politik tertentu jika diinginkan. Pasalnya, hal tersebut merupakan bentuk dari kebebasan berekspresi.

"Karena diskusi politik itu bisa untuk mengatur gerakan akar rumput, menentang ketidakadilan, atau belajar dari orang-orang dengan perspektif yang berbeda," kata Zuck.

Ia juga mengungkapkan, sejauh ini, salah satu masukan teratas yang diterima dari pengguna adalah bahwa orang tidak ingin masalah politik mengganggu pengalaman pengguna ketika menggunakan Facebook.

"Ini adalah kelanjutan dari pekerjaan yang telah kami lakukan untuk sementara waktu untuk menurunkan tensi, serta mencegah komunitas dan diskusi yang memecah belah," ungkap Zuckerberg sebagaimana dihimpun KompasTekno dari CNBC, Jumat (29/1/2021).

Baca juga: Zuckerberg Tangguhkan Akun Facebook dan Instagram Donald Trump Tanpa Batas Waktu

Sebagai informasi, Facebook sebelumnya sempat sementara membatasi konten-konten politis di Amerika Serikat sebulan menjelang pemilu AS berlangsung, tepatnya pada Oktober 2020.

Namun, kali ini Facebook ingin mengadopsi langkah tersebut secara permanen untuk seluruh basis pengguna platformnya di berbagai negara, bukan hanya di AS saja.

Di samping itu, peristiwa penyerbuan Gedung Capitol Hill oleh para pendukung mantan Presiden AS Donald Trump pada awal Januari 2021 lalu, juga agaknya menjadi alasan lain di balik rencana Facebook mengurangi konten politis ini.

Saat kerusuhan terjadi, Facebook menangguhkan akun mantan Presiden AS Donald Trump tanpa batas waktu karena dinilai menggunakan media sosial untuk menghasut dan memantik kekerasan dan kerusuhan di Gedung Capitol Hill, Washington DC, AS.



Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X