BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Huawei

Fitur Canggih dan Aplikasi Beragam, Syarat Perangkat Tablet Ideal untuk Aktivitas Belajar dari Rumah

Kompas.com - 30/04/2021, 09:04 WIB
Mengutip International Data Corporation (IDC) 2020, total tablet Huawei dan Honor yang dikirim ke seluruh dunia mencapai 16 juta unit. DOK. SHUTTERSTOCKMengutip International Data Corporation (IDC) 2020, total tablet Huawei dan Honor yang dikirim ke seluruh dunia mencapai 16 juta unit.
|

KOMPAS.com – Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia membuat kegiatan belajar mengajar di sekolah digantikan dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Dalam pelaksanaannya, peserta didik menggunakan gadget untuk mengikuti proses pembelajaran online di rumah.

Adapun salah satu gadget yang dapat digunakan untuk mendukung aktivitas belajar siswa adalah komputer tablet. Ukuran layar yang lebih besar dibandingkan smartphone dan cara penggunaan yang lebih mudah daripada laptop membuat tablet menjadi pilihan ideal.

Tablet keluaran Huawei, misalnya. Meski tak dilengkapi Google Mobile Service (GMS) sejak 2020, animo masyarakat terhadap tablet Huawei tergolong tetap tinggi.

Hal itu terbukti dari total pengiriman tablet Huawei dan Honor secara global pada 2020.

Baca juga: Huawei Mate 40, Mate 40 Pro, dan Mate 40 Pro Plus Resmi Meluncur

Mengutip International Data Corporation (IDC) 2020, total tablet Huawei dan Honor yang dikirim ke seluruh dunia mencapai 16 juta unit.

Besarnya peminat terhadap tablet Huawei dikarenakan fitur-fitur canggih yang disematkan pada gawai tersebut.

Huawei MatePad, contohnya, menggunakan layar FullView seluas 10,4 inci dengan rasio screen-to-body mencapai 84 persen. Sementara itu, prosesornya menggunakan Kirin 810 untuk memberikan performa tinggi.

Tablet Huawei juga menggunakan ultimate design dengan tampilan layar penuh, tapi ringan dan mudah dibawa ke mana saja. Kemudian, terdapat pula teknologi immersive visual and audio dengan hadirnya quad channel dan quad speaker.

Baca juga: Huawei Rilis Tablet MatePad di Indonesia, Harga Rp 4,3 Juta

Produktivitas dan pengalaman pengguna pun jadi lebih memuaskan dengan kehadiran multiscreen collaboration dan pensil stylus yang sensitif serta presisi.

Dengan spesifikasi tersebut, siswa pun dapat dengan mudah memanfaatkan ragam aplikasi untuk belajar online, seperti Google Classroom dan Zoom, tanpa khawatir terjadi lagging.

Tak hanya itu, proses instalasi kedua aplikasi tersebut di tablet Huawei pun mudah, meskipun tidak dilengkapi GMS. Untuk mengetahuinya, simak penjelasan berikut.

Tablet Huawei menggunakan ultimate design dengan tampilan layar penuh, tapi ringan dan mudah dibawa ke mana saja. DOK. HUAWEI INDONESIA Tablet Huawei menggunakan ultimate design dengan tampilan layar penuh, tapi ringan dan mudah dibawa ke mana saja.

Google Classroom

Google Classroom mulai populer digunakan sejak imbauan belajar dari rumah mulai diterapkan di Indonesia.

Bahkan, firma riset aplikasi Apptopia melaporkan, jumlah unduhan aplikasi Google Classroom telah mencapai 254 juta kali sepanjang 2020 atau naik 5 kali lipat lebih dibandingkan jumlah pengguna pada 2019 yang hanya 40 juta.

Untuk mengunduh Google Classroom di tablet Huawei, Anda bisa mencarinya terlebih dahulu di Petal Find Apps.

Sebagai informasi, Petal Find Apps merupakan mesin pencari dalam ekosistem Huawei Mobile Service (HMS) yang berfungsi untuk mencari aplikasi dari berbagai sumber. Mesin pencari aplikasi tersebut sudah terhubung dengan AppGallery milik Huawei dan penyedia aplikasi dari pihak ketiga.

Baca juga: INFOGRAFIK: Panduan Fitur Google Classroom

Setelah menemukan Google Classroom, ketuk install untuk mengunduh. Setelah proses instalasi berhasil dilakukan, Anda bisa segera membuka aplikasi tersebut dengan mengetuk opsi open.

Lalu, Anda akan masuk ke dalam aplikasi. Sebelum bisa digunakan, Anda wajib mengisi akun Google untuk login dan sinkronisasi data yang Anda miliki. Akun Google Classroom pun sudah bisa digunakan.

Selanjutnya, masukan kode yang telah dibagikan guru untuk masuk ke “ruang kelas”. Guru juga bisa membagikan tautan Google Classroom dan siswa bisa langsung mengklik tautan tersebut untuk bergabung ke dalam kelas.

Produktivitas dan pengalaman pengguna jadi lebih memuaskan dengan kehadiran multiscreen collaboration dan pensil stylus yang sensitif serta presisi pada tablet terbaru Huawei.DOK. HUAWEI INDONESIA Produktivitas dan pengalaman pengguna jadi lebih memuaskan dengan kehadiran multiscreen collaboration dan pensil stylus yang sensitif serta presisi pada tablet terbaru Huawei.

Zoom

Zoom juga menjadi salah satu aplikasi penyedia layanan video conference yang popularitasnya melejit akibat adanya kebijakan belajar dan bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

Menurut riset Apptopia, Zoom telah diunduh sebanyak 477 juta kali sepanjang 2020. Jumlah ini menjadikan Zoom sebagai aplikasi nomor lima yang paling banyak diunduh di seluruh dunia versi Apptopia.

Tingkat latency yang rendah, sedikitnya jeda pembicaraan, dan kualitas video serta audio yang baik menjadi beberapa faktor penting yang mendorong banyak orang memanfaatkan Zoom.

Sama seperti Google Classroom, Anda juga bisa menggunakan aplikasi Zoom pada tablet Huawei. Caranya, ketik Zoom di kolom pencarian pada fitur Petal Find Apps. Kemudian, ketuk install untuk mengunduh.

Baca juga: Pengalaman Menjajal Fitur Immersive View di Zoom Versi Terbaru

Setelah proses instalasi berhasil, Anda bisa membuka aplikasi tersebut dengan mengetuk pilihan open. Lalu, sebelum menggunakan aplikasi ini, daftarkan terlebih dahulu data diri Anda dengan mengklik sign up.

Namun, apabila Anda sudah mendaftar sebelumnya, silakan sign in dan klik tautan yang diberikan guru untuk masuk ke dalam “ruang kelas”.

Selain dua aplikasi tersebut, pengguna tablet Huawei juga dapat mengunduh berbagai aplikasi lokal Indonesia di AppGallery, termasuk aplikasi belajar seperti Ruangguru.

Lokapasar aplikasi Huawei tersebut juga sudah menyediakan aplikasi perbankan lokal, seperti BNI Mobile Banking, BCA Mobile, Livin by Mandiri, BRI Mobile, dan Octo Mobile by CIMB Niaga.

Baca juga: Huawei Mate X2 Resmi Meluncur, Ponsel Lipat Berbanderol Rp 41 Juta

Aplikasi e-commerce pun bisa ditemukan di ekosistem HMS itu, contohnya Tokopedia, Bukalapak, Blibli, JD.ID, Shopee, dan Lazada.

Dengan demikian, pengguna perangkat Huawei tak perlu khawatir saat ingin mengunduh aplikasi. Sebab, keberadaan AppGallery dan Petal Finds App di ekosistem HMS bakal memudahkan pengguna mencari berbagai aplikasi yang dibutuhkan.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya