Hati-hati Pencurian Data Penting via Kode QR

Kompas.com - 12/05/2021, 16:18 WIB

Penipu juga bisa menambahkan info kontak penipu ke buku kontak korban dengan nama sebuah bank. Tujuannya adalah untuk memanipulasi korban agar yakin bahwa nomor tersebut adalah nomor resmi bank sehingga korban lebih mudah dikelabuhi.

Baca juga: Melihat Maraknya Penipuan Berkedok Akun Resmi di Medsos

Cara penipu menyamarkan kode QR

Untuk melancarkan aksinya, penjahat siber akan membujuk korban agar mau memindai kode QR lebih dulu. Ada beberapa trik yang biasa digunakan. Misalnya, penipu menempelkan kode QR berisi tautan buatan mereka di situs web, banner, e-mail, atau selebaran iklan.

Dalam banyak kasus, logo Google Play Store dan App Store ditempatkan di samping kode QR untuk lebih meyakinkan korban bahwa kode QR tersebut adalah tautan unduhan aplikasi yang tentunya hanya jebakan semata.

Untuk menghindarinya, ada baiknya mencari langsung aplikasi yang dikehendaki langsung di toko aplikasi Google Play Store atau App Store.

Cara berikutnya, penipu tak segan-segan menutup atau mengganti kode QR asli yang biasa ada di poster atau tempat lain dengan kode QR palsu buatannya.

Kaspersky juga menemukan bahwa kode QR tidak melulu digunakan para penjahat siber. Ada pula oknum yang memanfaatkan kode QR untuk menyebarkan propaganda berisi narasi kepentingan mereka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di Australia misalnya, seorang pria ditangkap karena diduga "merusak" kode QR pada tanda tangan check-in di pusat Covid-19. Setelah dipindai, ternyata korban diarahkan ke situs anti-vaksinasi.

Baca juga: Cara Mengaktifkan Verifikasi Dua Langkah Facebook agar Tidak Kena Phising Tag Link Porno

Cara menghindari bahaya kode QR palsu

Kaspersky memberikan beberapa tip yang bisa dilakukan untuk menghindari jebakan kode QR palsu. Pertama, jangan pindai kode QR dari sumber yang mencurigakan.

Kedua, perhatikan betul-betul tautan yang muncul saat memindai kode QR. Apabila URL berisi tautan pendek, tidak ada salahnya untuk lebih berhati-hati. Sebab, menurut Kaspersky tidak ada alasan apapun untuk mempersingkat tautan di kode QR.

Sebaiknya cari situs yang dikehendaki melalui browser agar lebih aman.

Ketiga, lakukan cek fisik lebih dulu untuk kode QR yang ada di poster, pamflet atau sejenisnya untuk memastikan bahwa kode QR yang terpasang bukan tempelan.

Terakhir, sebisa mungkin jangan sembarangan untuk menyebarkan kode QR di media sosial karena umumnya kode berisi informasi sensitif, seperti nomor tiket elektronik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.