Kompas.com - 24/05/2021, 06:30 WIB

KOMPAS.com - Google baru-baru ini memperbarui syarat dan ketentuan penggunaan dari platform streaming video miliknya, YouTube. Terdapat tiga poin terkait perubahan yang akan mulai berlaku pada Juni 2021 ini.

Ketiga hal tersebut mencakup pembatasan pengumpulan informasi terkait fitur pengenalan wajah, hak baru YouTube untuk melakukan monetasi terhadap seluruh YouTuber, serta pembayaran royalti dan sistem pemotongan pajak.

Baca juga: Hey Guys Jadi Kalimat Pembuka yang Paling Sering Dipakai Vlogger di YouTube

Poin kedua memberikan wewenang baru kepada YouTube untuk melakukan monetasi di semua video tanpa kecuali.

Pada kebijakan baru ini, Google menyebut akan menayangkan iklan pada seluruh video yang beredar di YouTube. Hal ini berlaku untuk semua konten kreator, tak terkecuali YouTuber "kecil" yang belum melakukan monetasi.

"Kami secara bertahap akan menayangkan iklan di sejumlah video yang bersifat aman untuk brand di kanal-kanal yang tidak mengikuti YouTube Partner Program (YPP) atau perjanjian monetisasi," sebut YouTube dalam penjelasannya.

Baca juga: Resmi, Syarat untuk Dapat Uang dari YouTube Makin Berat

Penghasilan dari iklan tersebut akan secara otomatis dikantongi oleh YouTube tanpa sistem bagi hasil, sementara YouTuber yang bersangkutan tidak akan menerima pendapatan dari iklan yang ditayangkan pada video bikinannya jika belum menerapkan monetisasi.

Kreator disebutkan masih bisa mendaftar ke YouTube Partner Program untuk memonetisasi konten apabila telah memenuhi syarat yang diperlukan.

Pendapatan dari penonton Amerika Serikat bakal dipajaki

Pada poin ketiga, Google menyebutkan bahwa, mulai 1 Juni 2021, semua pendapatan yang diperoleh kreator dari perjanjian dengan YouTube -misalnya, dari YPP- akan diperlakukan sebagai royalti menurut perspektif pajak AS dan bakal dipajaki sesuai ketentuan.

Sebelumnya, pada Maret lalu, YouTube menjelaskan bahwa penarikan pajak ini juga bakal berlaku untuk para kreator di luar Amerika Serikat.

Baca juga: AS Bakal Tarik Pajak dari YouTuber di Seluruh Dunia, Ini Detailnya

Pajak dikenakan untuk penghasilan mereka yang didapat dari viewer di AS, lewat penayangan iklan, YouTube Premium, Super Chat, Super Stickers, dan keanggotaan kanal.

https://publish.twitter.com/?query=https%3A%2F%2Ftwitter.com%2FYouTubeCreators%2Fstatus%2F1369344646908936198&widget=Tweet

Artinya, YouTuber asal AS hanya perlu membayar pajak dari negaranya. Sementara, YouTuber dari luar AS harus dua kali membayar pajak, yakni pajak dari negara sendiri dan pajak dari AS, apabila memperoleh pendapatan dari negara tersebut.

"Para rekanan di luar AS harus melengkapi informasi pajak mereka di AdSense sesegera mungkin untuk mengetahui apakah ada pajak AS yang dikenakan ke pembayaran. Google bisa menarik pajak dari pembayaran mulai 1 Juli 2021 (mencakup pendapatan Juni)," tulis YouTube.

Baca juga: Ini Contoh Hitungan Pajak YouTuber yang Diminta Pemerintah AS

Sementara itu, poin pertama soal pembatasan teknologi pengenal wajah yang melarang pengguna mengumpulkan informasi yang bisa dipakai untuk mengidentifikasi seseorang tanpa izin, sebenarnya sudah lama menjadi bagian dari ketentuan YouTube.

Hanya saja, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari laman Google Support, Senin (24/5/2021), aturan terkait face recognition itu sekarang dibuat lebih eksplisit dalam syarat dan ketentuan penggunaan yang baru.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video: Unboxing dan Hands-on Poco F4 GT serta Poco F4 versi Indonesia

Video: Unboxing dan Hands-on Poco F4 GT serta Poco F4 versi Indonesia

Gadget
Cara Beli Tiket Konser Westlife 2022 di Bogor, Surabaya, dan Yogyakarta

Cara Beli Tiket Konser Westlife 2022 di Bogor, Surabaya, dan Yogyakarta

e-Business
Link Pengumuman PPDB Jatim 2022 Tahap 4 dan Cara Cetak Bukti Penerimaannya

Link Pengumuman PPDB Jatim 2022 Tahap 4 dan Cara Cetak Bukti Penerimaannya

e-Business
Daftar Game Baru yang Akan Dirilis Juli 2022 di PC, PlayStation, hingga Nintendo Switch

Daftar Game Baru yang Akan Dirilis Juli 2022 di PC, PlayStation, hingga Nintendo Switch

Software
Aplikasi Pindah Data iPhone ke Android Kini Bisa untuk Semua HP Android 12

Aplikasi Pindah Data iPhone ke Android Kini Bisa untuk Semua HP Android 12

Software
Tabel Spesifikasi dan Harga Poco F4 GT di Indonesia

Tabel Spesifikasi dan Harga Poco F4 GT di Indonesia

Gadget
Vivo T1 5G Varian 256 GB Meluncur di Indonesia, Ini Harganya

Vivo T1 5G Varian 256 GB Meluncur di Indonesia, Ini Harganya

Gadget
Tabel Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy Tab S6 Lite 2022 di Indonesia

Tabel Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy Tab S6 Lite 2022 di Indonesia

Gadget
Mengenal Youtuber Minecraft “Technoblade” yang Meninggal Dunia di Usia Muda

Mengenal Youtuber Minecraft “Technoblade” yang Meninggal Dunia di Usia Muda

Software
Menjajal TWS Nothing Ear 1 yang Dibanderol Rp 1,5 Juta di Indonesia

Menjajal TWS Nothing Ear 1 yang Dibanderol Rp 1,5 Juta di Indonesia

Gadget
Bocoran Harga Nothing Phone (1), Ponsel Pertama Bikinan Mantan Pendiri OnePlus

Bocoran Harga Nothing Phone (1), Ponsel Pertama Bikinan Mantan Pendiri OnePlus

Gadget
Cara Menampilkan Avatar 3D di 'Always On Display' Oppo Reno 7

Cara Menampilkan Avatar 3D di "Always On Display" Oppo Reno 7

Gadget
Snapchat Punya Layanan Berbayar, tapi Masih Ada Iklannya?

Snapchat Punya Layanan Berbayar, tapi Masih Ada Iklannya?

Software
Tahukah bahwa iPhone Dulu Sebelum Dirilis Hampir Dinamai “iPad” atau “Tripod”?

Tahukah bahwa iPhone Dulu Sebelum Dirilis Hampir Dinamai “iPad” atau “Tripod”?

e-Business
Tampang Prototipe Pertama iPhone 15 Tahun Lalu, 'Berantakan' dan Pakai Software iPod

Tampang Prototipe Pertama iPhone 15 Tahun Lalu, "Berantakan" dan Pakai Software iPod

Gadget
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.