Setelah Diundur, Kompetisi DoTA2 "The International" Terancam Batal

Kompas.com - 24/06/2021, 12:03 WIB
Ilustrasi piala The International Aegis DoTA 2. Dota2.comIlustrasi piala The International Aegis DoTA 2.

"Kami sudah mulai mencari tempat pengganti di wilayah Eropa lainnya untuk berjaga-jaga apabila pemerintah Swedia tidak bisa mengakomodasi TI10 seperti rencana awal," tutur Valve.

"Apapun keputusannya, kami yakin akan mendapatkan solusi, supaya bisa menggelar TI10 di Eropa tahun ini. Kami akan mengumumkan kabar terbaru terkait hal tersebut dalam beberapa waktu ke depan," imbuh Valve.

Untuk saat ini, Valve menjelaskan bahwa babak kualifikasi regional (Regional Qualifiers) bakal tetap digelar secara online mulai Selasa (23/6/2021).

Para penggemar bisa menontonnya di dalam client game DoTA 2 masing-masing dengan jadwal sebagai berikut:

- Eastern Europe: 23 - 26 Juni 2021
- South America: 23 - 26 Juni 2021
- North America: 30 Juni - 3 Juli 2021
- South East Asia: 30 Juni - 3 Juli 2021
- China: 7 - 10 Juli 2021
- Europe: 7 - 10 Juli 2021

Seperti biasanya, usai Regional Qualifiers, babak penyisihan dan acara utama (Main Event) Grand Final The International sendiri bakal digelar secara offline di sebuah tempat yang hingga kini masih misterius.

Digelar tahunan sejak 2011

Sekadar informasi, sejak tahun pertama pada 2011 lalu, ajang The International selalu digelar secara fisik dan meriah, dengan total hadiah (prize pool) yang cukup besar untuk turnamen e-sports sekelasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Ini Pemenang Kompetisi Dota 2, Bawa Pulang Rp 144 Miliar

Pada tahun pertama, The International 2011 digelar di kota Cologne, Jerman dan beralih ke kota Seattle, AS pada 2012-2017, diikuti dengan kota Vancouver, Kanada yang menjadi tuan rumah TI8.

Dari tahun pertama hingga kedelapan, prize pool turnamen tersebut terus meningkat, mulai dari 1,6 juta dolar AS (sekitar Rp 23,1 miliar) - 25,5 juta dolar AS (sekitar Rp 368 miliar).

The International 2019 sendiri, ajang TI terakhir yang digelar secara fisik, digelar di Shanghai, China dengan total hadiah 34,3 juta dolar AS (sekitar Rp 496 miliar).

Rencananya, TI10 memiliki total hadiah lebih dari 40 juta dolar AS (sekitar Rp 578 miliar) dan tetap akan digelar secara fisik pada tanggal yang telah ditentukan, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Liquipedia, Kamis (24/6/2021).

Meski demikian, Valve memastikan kompetisi ini nantinya bakal dihelat dengan peraturan, boleh jadi protokol kesehatan, yang berlaku supaya para pemain dan kru terkait tetap aman dan nyaman.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.