Gatot Rahardjo

Pengamat penerbangan dan Analis independen bisnis penerbangan nasional

kolom

Renungan Hari Perhubungan 2021: Mimpi Pemerataan Ekonomi dari Ibu Kota Negara Baru

Kompas.com - 17/09/2021, 10:34 WIB
Mobil yang membawa Presiden Joko Widodo melewati jalan berlumpur saat meninjau lokasi rencana ibu kota baru di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019). Jokowi mengaku puas setelah meninjau lokasi tersebut yang nantinya akan dibangun kluster pemerintahan, termasuk Istana Kepresidenan. ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAYMobil yang membawa Presiden Joko Widodo melewati jalan berlumpur saat meninjau lokasi rencana ibu kota baru di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019). Jokowi mengaku puas setelah meninjau lokasi tersebut yang nantinya akan dibangun kluster pemerintahan, termasuk Istana Kepresidenan.

Keinginan Presiden Joko Widodo agar pemindahan ibu kota negara (IKN) dari Jakarta ke Kalimantan Timur, menjadi triger untuk pemerataan pembangunan dan perekonomian nasional.

Terutama untuk daerah luar Jawa, agaknya sulit untuk terealisasi pada masa jabatannya yang akan habis pada tahun 2024. Bahkan mungkin pada pemerintahan presiden berikutnya.

Pasalnya, Rencana Strategis Kementerian Perhubungan tahun 2020-2024 belum menyiapkan rancangan untuk membangun sistem transportasi nasional yang mendukung cita-cita tersebut.

Renstra yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan no. PM 80 tahun 2020 itu lebih banyak mengacu pada sistem dan pola transportasi nasional yang sudah ada sebelumnya dengan beberapa pengembangan.

Kalimantan timur atau kota Balikpapan sebagai kota besar terdekat dan strategis dari IKN, tidak banyak mendapat sentuhan.

Lalu bagaimana pemerataan pembangunan dan perekonomian akan terwujud kalau sistem transportasinya masih mengacu pada sistem yang lama? Apa gunanya pindah ibu kota negara?

Peran transportasi

Peran transportasi memang sangat penting dalam hal pemerataan hasil-hasil pembangunan dan perekonomian nasional.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sampai saat ini, transportasi masih diperlukan mengangkut orang untuk wisata, bisnis, sekolah dan lainnya serta untuk pengangkutan produk-produk hasil pembangunan dari satu daerah ke daerah lain.

Belum ada cara lain. Jadi bisa dibilang transportasi adalah urat nadi perekonomian nasional.

Teknologi yang berkembang sekarang baru sampai pada tahap mempermudah orang dan barang pada akses transportasi. Misalnya dengan internet, hanya bisa memangkas waktu dan biaya dalam mengakses transportasi seperti yang dilakukan tansportasi online saat ini.

Sedangkan sarana atau moda transportasi masih tetap sama yaitu mobil, kereta, kapal dan pesawat. Teknologi terbaru seperti drone (pesawa tanpa awak) belum bisa digunakan karena masih terkendala aturan pengoperasian.

Sedangkan teknologi teleportasi yang seperti kita lihat di film-film fiksi ilmiah, baru ada dalam angan-angan saja.

Di Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, transportasi utama untuk pemerataan pembangunan tentu adalah kapal dan pesawat dan dibantu mobil serta kereta untuk transportasi dalam kota dan pulau.

KMP Komodo berlayar menuju Pulau Rinca saat peluncurannya di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Jumat (7/12/2018). Kapal wisata berkapasitas 80 orang dengan kecepatan 9 knot tersebut sebagai alternatif moda transportasi laut bagi masyarakat Labuan Bajo maupun wisatawan menuju Pulau Komodo, yang menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan domestik maupun mancanegara.ANTARA FOTO/INDRIANTO EKO SUWARSO KMP Komodo berlayar menuju Pulau Rinca saat peluncurannya di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Jumat (7/12/2018). Kapal wisata berkapasitas 80 orang dengan kecepatan 9 knot tersebut sebagai alternatif moda transportasi laut bagi masyarakat Labuan Bajo maupun wisatawan menuju Pulau Komodo, yang menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan domestik maupun mancanegara.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.