Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Peneliti Temukan Cara Tes Covid-19 Pakai Kamera Ponsel

Kompas.com - 03/02/2022, 09:03 WIB
Kevin Rizky Pratama,
Reska K. Nistanto

Tim Redaksi

Sumber Gizmodo

KOMPAS.com - Sekelompok peneliti asal University of California, Santa Barbara, AS telah menemukan cara baru untuk mendeteksi virus SARS-Cov-2 (Covid-19) dan Influenza.

Melalui metode bernama smaRT-LAMP, nantinya tes Covid-19 dapat dilakukan dengan mengandalkan bantuan kamera ponsel.

Menariknya, tes smaRT-LAMP diklaim mampu menawarkan harga yang lebih terjangkau dan memiliki tingkat akurasi yang setara dengan tes Polymerase Chain Reaction (PCR).

Penemuan tersebut dijelaskan dalam sebuah jurnal yang diterbitkan 28 Januari 2022 lalu melalui situs JAMA Network Open.

Baca juga: Cara Cek dan Download Sertifikat Vaksin Covid-19 di Situs PeduliLindungi.id

Dalam praktiknya, pengujian smaRT-LAMP juga mengandalkan sebuah aplikasi bernama Bacticount yang memanfaatkan kamera belakang ponsel untuk bisa mendeteksi adanya patogen yang terdapat pada cairan liur manusia.

Pengujian smaRT-LAMP menggabungkan kombinasi antara kamera ponsel, aplikasi Bacticount, sebuah heat block, piringan panas (hot plate), lampu LED, serta kotak kardus untuk mengisolasi sampel.

Untuk bisa mendeteksi virus Covid-19, para peneliti memasukkan sampel air liur manusia ke dalam alat tes yang ditaruh di atas piringan panas.

Selanjutnya, peneliti menuangkan larutan khusus untuk memperkuat RNA virus yang kemungkinan terdapat pada sampel air liur.

Proses ini juga dikenal dengan nama Loop-mediated Isothermal Amplification atau disingkat menjadi LAMP.

Cara kerja metode smaRT-LAMP untuk mendeteksi adanya potensi virus SARS-Cov-2 yang terdapat pada air liur manusia.University of California Cara kerja metode smaRT-LAMP untuk mendeteksi adanya potensi virus SARS-Cov-2 yang terdapat pada air liur manusia.

Setelah larutan tersebut dituangkan, maka peneliti akan meletakkan sebuah papan kardus yang ditumpuk dengan lampu LED di atasnya. Dengan aplikasi Bacticount, peneliti bisa melihat sampel dari bagian atas kardus yang ditutupi lampu LED, dengan bantuan kamera ponsel.

Nantinya, akan muncul indikasi yang bisa membedakan apakah sampel air liur memang mengandung virus SARS-Cov-2 atau tidak.

Apabila sampel air liur mengandung patogen virus, maka sampel tersebut akan terlihat bercahaya warna merah.

Baca juga: Video 23 Detik Tunjukkan Ganasnya Virus Corona Bunuh Sel Otak

Cahaya ini muncul karena adanya kandungan fluoresen pada larutan khusus yang sebelumnya dituangkan kepada sampel air liur.

Semakin banyak patogen yang ada pada sampel, maka semakin cepat pula sampel air liur berpendar. Proses ini akan dideteksi secara otomatis oleh aplikasi Bacticount.

Sejumlah peneliti mengatakan bahwa pengujian smaRT-LAMP hanya memakan biaya sebesar 100 dolar AS atau sekitar Rp 1,4 juta.

Halaman:
Sumber Gizmodo
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com