Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

10 Tips Membeli iPhone Bekas agar Tidak Tertipu

Kompas.com - Diperbarui 24/04/2023, 16:55 WIB
Zulfikar Hardiansyah

Penulis

KOMPAS.com - iPhone tampaknya punya daya tarik tersendiri bagi sebagian orang di Indonesia. Tak heran jika ada saja orang yang memburu iPhone dalam kondisi bekas pemakaian, dengan alasan supaya bisa mendapatkan ponsel Apple itu dengan harga murah.

iPhone memang terkenal sebagai ponsel dengan harga yang mahal, apalagi saat awal peluncuran seri iPhone terbaru, misalnya pada iPhone 13 series, harganya bisa mencapai Rp30 juta untuk model tertinggi iPhone 13 Pro Max.

Jangankan iPhone 13 Pro Max, iPhone 12 Pro Max sebagai model tertinggi pada seri yang lebih lama, kini harganya masih berada pada kisaran Rp20 juta dalam kondisi baru, sebagaimana tertera di marketplace iBox.

Baca juga: Harga iPhone 13, iPhone 13 Pro, iPhone 13 Pro Max, dan iPhone 13 Mini Terbaru 2022

Di sisi lain, iPhone second harganya tentu jauh lebih murah dari daripada iPhone yang dalam kondisi baru. Misalnya, iPhone 12 Pro Max bekas kini dihargai sekitar Rp15 juta, terpantau di marketplace Facebook.

Oleh sebab itu, salah satu jalan keluar agar bisa mendapat iPhone dengan harga yang lebih murah adalah dengan membelinya dalam kondisi bekas. iPhone bekas memang punya harga yang lebih murah, namun bukan berarti tidak ada persoalan yang membuntutinya.

iPhone second pada dasarnya adalah ponsel yang telah dipakai oleh pengguna sebelumnya. Jadi, kemungkinan adanya gangguan, kerusakan, atau penurunan performa, bisa sangat mungkin terjadi pada iPhone bekas.

Dengan demikian, sebelum memutuskan untuk membeli iPhone second, penting untuk memeriksa kondisinya dulu agar tidak rugi di kemudian hari. Meski murah tapi kalau iPhone bekas yang didapat justru bermasalah, bakal bisa buat tekor.

Komponen dan biaya perbaikan iPhone tidaklah murah. Untuk menghindari persoalan itu, berikut tips membeli iPhone bekas agar tidak tertipu:

1. Pastikan iPhone nyala dengan benar

Anda bisa mencoba untuk mematikan iPhone bekas dan menyalakannya lagi dengan menekan tombol Power. Pastikan iPhone itu bisa masuk ke layar home saat selesai booting.

Jika saat booting, iPhone terhenti di logo Apple dan tidak kunjung masuk ke layar home, kemungkinan besar terdapat gangguan pada perangkat.

2. Pastikan Apple ID telah kosong

Pengoperasian iPhone membutuhkan Apple ID atau akun pengguna. Tiap iPhone hanya bisa dimasukkan satu Apple ID yang terdiri dari username dan password. Pastikan Apple ID di iPhone bekas telah kosong.

Jika masih ada Apple ID yang terdaftar maka Anda bakal kesusahan untuk mengoperasikan iPhone secara bebas. Anda jadi tidak bisa mengunduh aplikasi dan reset iPhone dengan bebas.

Keberadaan Apple ID di iPhone bekas bisa diketahui dengan cara klik menu "Pengaturan", lalu bakal muncul kolom yang berisi nformasi Apple ID di bagian atas menu itu. Apabila Apple ID telah kosong maka tidak bakal tertera nama akun pengguna.

3. Cek bodi iPhone

Anda bisa cek bodi iPhone di bagian bezel maupun punggung ponsel. Jika bodi terdapat lecet, retak, atau pecah, kemungkinan iPhone bekas itu telah terkena benturan beda keras. Benturan tersebut bisa saja mempengaruhi komponen yang ada di dalam ponsel.

4. Periksa fungsi tombol iPhone

iPhone punya beberapa tombol yang tersemat di bodi, antara lain tombol Volume, tombol Silent, tombol Home (untuk iPhone model Touch ID), serta tombol Power. Pastikan semua tombol tersebut dapat ditekan dan bekerja dengan baik.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Daftar Paket Internet eSIM Telkomsel, PraBayar, Roaming, Tourist

Daftar Paket Internet eSIM Telkomsel, PraBayar, Roaming, Tourist

e-Business
8 Cara Mengatasi Kode QR Tidak Valid di WhatsApp atau “No Valid QR Code Detected”

8 Cara Mengatasi Kode QR Tidak Valid di WhatsApp atau “No Valid QR Code Detected”

e-Business
Ramadhan dan Idul Fitri 2024, Trafik Internet Telkomsel Naik 12 Persen

Ramadhan dan Idul Fitri 2024, Trafik Internet Telkomsel Naik 12 Persen

Internet
Tampilan Baru WhatsApp Punya 3 Tab Baru, “Semua”, “Belum Dibaca”, dan “Grup”, Apa Fungsinya?

Tampilan Baru WhatsApp Punya 3 Tab Baru, “Semua”, “Belum Dibaca”, dan “Grup”, Apa Fungsinya?

Software
HMD Perkenalkan Boring Phone, HP yang Dirancang 'Membosankan'

HMD Perkenalkan Boring Phone, HP yang Dirancang "Membosankan"

Gadget
7 HP Kamera Boba Mirip iPhone Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya

7 HP Kamera Boba Mirip iPhone Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya

Gadget
Motorola Edge 50 Ultra dan 50 Fusion Meluncur, Harga mulai Rp 6 Jutaan

Motorola Edge 50 Ultra dan 50 Fusion Meluncur, Harga mulai Rp 6 Jutaan

Gadget
Apple Investasi Rp 255 Triliun di Vietnam, di Indonesia Hanya Rp 1,6 Triliun

Apple Investasi Rp 255 Triliun di Vietnam, di Indonesia Hanya Rp 1,6 Triliun

e-Business
Ketika Sampah Antariksa NASA Jatuh ke Bumi Menimpa Atap Warga

Ketika Sampah Antariksa NASA Jatuh ke Bumi Menimpa Atap Warga

Internet
CEO Apple Bertemu Presiden Terpilih Prabowo Subianto Bahas Kolaborasi

CEO Apple Bertemu Presiden Terpilih Prabowo Subianto Bahas Kolaborasi

e-Business
'Fanboy' Harap Bersabar, Apple Store di Indonesia Masih Sebatas Janji

"Fanboy" Harap Bersabar, Apple Store di Indonesia Masih Sebatas Janji

e-Business
WhatsApp Rilis Filter Chat, Bisa Sortir Pesan yang Belum Dibaca

WhatsApp Rilis Filter Chat, Bisa Sortir Pesan yang Belum Dibaca

Software
Steam Gelar 'FPS Fest', Diskon Game Tembak-menembak 95 Persen

Steam Gelar "FPS Fest", Diskon Game Tembak-menembak 95 Persen

Game
AMD Umumkan Prosesor Ryzen Pro 8000, Bawa AI ke Laptop dan Desktop

AMD Umumkan Prosesor Ryzen Pro 8000, Bawa AI ke Laptop dan Desktop

Hardware
Samsung S22 Series, Tab S8, Z Fold 4, dan Z Flip 4 Kebagian Galaxy AI Bulan Depan

Samsung S22 Series, Tab S8, Z Fold 4, dan Z Flip 4 Kebagian Galaxy AI Bulan Depan

Software
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com