Psikolog: "Nyawer" di Live Streaming Berawal dari Coba-coba, kemudian Ketagihan

Kompas.com - 26/07/2022, 13:30 WIB
Penulis Lely Maulida
|

Setelah mengetahui benefit dari praktik saweran, pengguna kemudian mencoba meniru orang lain dengan memberikan donasi ke kreator atau streamer, sehingga terbentuk menjadi kebiasaan.

"Pada prosesnya, mereka nggak akan langsung ngasih koin (nyawer), pasti belajar dulu dari perilaku orang lain. Proses kedua, setelah mereka tau (kalau) orang donasi disukai oleh kreator, diapresiasi, didengarkan dan sebagainya, akhirnya dia respon dengan mencoba itu. Nah terbentuklah kebiasaan memberi karena apresiasi itu," kata Aulia kepada KompasTekno, Selasa (26/5/2022).

Selanjutnya, ketika pengguna merasa nyaman nyawer karena mendapat apresiasi dari kreator, mereka akan merasa memiliki lawan ketika orang lain nyawer dengan nilai yang lebih tinggi.

Untuk itu, pengguna akan memberikan saweran dengan nlai yang lebih tinggi lagi dibanding lawannya.

"Tahap ketiganya, mereka mulai ada lawan. Misal, awalnya cuma ngasih Rp 5.000. Tapi setelah melihat ada yang ngasih Rp 100.000 lebih diapresiasi, harga dirinya terganggu dong. Dia mulai lagi dengan angka yang lebih dari rivalnya. Begitulah episode adiksinya dimulai," jelas Aulia.

Baca juga: Twitch Uji Coba Fitur “Charity”, Bantu Streamer Kumpulkan Donasi

Pada tahap ini, biasanya pengguna akan mulai melibatkan perasaannya.

Dalam kasus saweran live streaming Aulia mencontohkan, pengguna yang kecanduan nyawer akan mulai gusar ketika kreatornya tak menggelar streaming langsung bahkan marah ketika tidak memiliki uang.

Sebab, pengguna merasa senang ketika kebutuhan emosinya terpenuhi, misalnya dengan diapresiasi kreator atau memiliki level yang tinggi dibanding penonton lainnya.

"Diakui, disapa, bisa minta orang lain melakukan apapun karena uangnya itu sangat menyenangkan untuk beberapa orang. Ini juga meningkatkan hormon trtentu yang hubungannya sama kebahagiaan di otaknya, pun meningkatkan percaya diri dan harga diri, setidaknya di kelompok followers si kreator," katanya.

Praktik ini disebut Aulia polanya sama seperti perilaku adiksi lainnya. Hanya saja, formatnya baru yaitu saweran digital.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.