Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Siaran TV Analog di Jabodetabek Mati Tengah Malam Nanti, Ini yang Harus Disiapkan

Kompas.com - Diperbarui 02/11/2022, 12:52 WIB
Zulfikar Hardiansyah

Penulis

KOMPAS.com - Kebijakan ASO (Analog Switch Off) atau penghentian siaran TV analog direncanakan bakal dimulai tengah malam ini, Rabu (2/11/2022) pukul 24.00 WIB. Proses migrasi siaran TV analog ke siaran TV digital akan dilakukan secara bertahap.

Pada 25 Oktober lalu, Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate, menjelaskan bahwa ada 514 kabupaten dan kota di Indonesia yang melakukan ASO. Dari jumlah tersebut, terdapat 222 wilayah yang akan migrasi ke TV digital pada 2 November.

Baca juga: Suntik Mati Siaran TV Analog 2 November Dilakukan Bertahap, Jabodetabek Termasuk Pertama

Wilayah itu termasuk 9 kabupaten di Jabodetabek dan 173 wilayah yang tidak dijangkau layanan TV terestrial. Bila siaran TV analog dimatikan, maka masyarakat Jabodetabek dan wilayah lain yang terdampak ASO, hanya bisa menonton siaran TV digital.

Dengan demikian, lantas apa yang harus disiapkan warga Jabodetabek dan wilayah terdampak ASO lain saat TV analog dimatikan? Untuk lebih lengkapnya, berikut KompasTekno rangkumkan hal yang harus disiapkan saat TV analog dimatikan sehingga bisa tetap menonton siaran TV digital.

Hal yang harus disiapkan saat TV analog dimatikan

1. Membeli perangkat TV digital

Ilustrasi Smart TV yang bisa buat nonton siaran TV digital.Samsung.com Ilustrasi Smart TV yang bisa buat nonton siaran TV digital.

Supaya bisa nonton siaran TV digital saat TV analog dimatikan, salah satu caranya adalah dengan membeli perangkat TV digital. Untuk diketahui, TV digital adalah televisi yang memiliki fitur DVB-T2 untuk menangkap sinyal digital secara langsung.

Penting diingat, tidak semua jenis perangkat TV terkini seperti Smart TV atau TV LED, memiliki fitur DVB-T2. Untuk melihat TV apa saja yang sudah digital, silakan cek lewat menu “Perangkat TV Digital” di website ini https://siarandigital.kominfo.go.id/.

Sebagai gambaran, KompasTekno sempat membuat daftar TV digital yang dapat dibeli dengan harga mulai Rp 1 juta hingga Rp 2 jutaan. Bila tengah mencari TV Digital, silakan baca lebih lanjut di artikel ini “5 Smart TV Murah buat Nonton Siaran TV digital”.

2. Membeli STB

Ilustrasi STB Polytron PDV 600T2.Tokopedia.com/Polytron Official Store Ilustrasi STB Polytron PDV 600T2.

Seandainya tidak ingin membeli perangkat TV digital baru, siaran TV digital masih tetap dapat ditonton pada TV analog biasa lama. Namun, untuk menonton siaran TV digital di TV analog, diperlukan perangkat tambahan Set Top Box (STB).

STB atau biasa disebut juga dengan Digital TV Box merupakan perangkat yang dapat mengonversi sinyal digital supaya dapat diterima TV analog biasa. Sehingga, TV analog dapat dipakai buat nonton siaran TV digital.

Sementara itu, untuk mendapatkan Digital TV Box, caranya bisa dengan membeli di beberapa marketplace. Bila hendak membeli, tak ada salahnya untuk cek dulu di artikel ini “5 STB Murah untuk Nonton Siaran TV Digital”.

Baca juga: Kominfo Siapkan Layanan Bantuan Jelang Suntik Mati TV Analog 2 November

3. Memasang STB di TV analog

Cara memasang STB agar tv biasa bisa dapat siaran digitalKOMPAS.com/Kevin Rizky Pratama Cara memasang STB agar tv biasa bisa dapat siaran digital

Setelah mendapatkan STB, silakan mulai untuk memasangnya di TV analog atau TV non-digital yang tidak dibekali dengan fitur DVB-T2 secara built-in. Cara pasang STB ke TV analog bisa dikatakan cukup mudah.

Secara umum, terdapat dua perangkat utama yang dibutuhkan untuk menonton siaran TV digital di TV analog, yakni antena penangkap sinyal dan STB. Pemasangan dimulai dengan menghubungkan kabel antena di port “ANT IN” pada STB.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com