Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Elon Musk Pecat Engineer Twitter karena Postingan Twitnya Kini Lebih Sepi

Kompas.com - 10/02/2023, 09:00 WIB
Reska K. Nistanto

Editor

Sumber Platformer

KOMPAS.com - CEO Twitter, Elon Musk dikabarkan memecat dua petinggi insinyur Twitter (engineer), setelah dalam rapat ia mengeluhkan engagement/interaksi di kicauannya dirasa turun.

Pada Selasa (7/2/2023) lalu, Musk dikabarkan mengumpulkan sejumlah engineer dan penasihat Twitter di sebuah ruangan di markas Twitter untuk mencari jawabannya, mengapa engagement tweet Elon Musk tak seperti dahulu lagi.

"Ini aneh, saya punya lebih dari 100 juta pengikut, kenapa cuma dapat puluhan ribu impresi," kata Musk dituturkan oleh sejumlah sumber yang mengetahui langsung pertemuan itu.

Baca juga: Curhatan Elon Musk Setelah Jadi Bos Twitter, Sakit Pinggang hingga Kerja 120 Jam Sepekan

Tak sepopuler dulu

Salah satu dari dua engineer utama di Twitter pun memberikan penjelasan kemungkinan, mengapa engagement twit Elon Musk turun, yaitua karena Musk sudah tidak sepopuler seperti dulu lagi.

Menurutnya, minat publik kepada Musk sudah turun sejak tahun lalu, saat ia memutuskan membeli Twitter senilai 44 miliar dollar AS.

Engineer tersebut tidak asal ngomong, ia menyodorkan data internal akun Elon Musk yang dilengkapi dengan tabel Google Trends.

Menurut data tersebut, popularitas ELon Musk berada di puncak ranking pencarian pada April 2022, dengan skor 100. Namun kini, skor Elon Musk adalah sembilan saja.

Engineer Twitter sempat mengira akun Elon Musk dibatasi oleh sistem secara artifisial, seperti shadowbanning, namun mereka tidak menemukan bukti kalau algoritma Twitter menenggelamkan tweet Elon Musk.

Mendengar penjelasan itu, Elon Musk disebut marah.

"Kamu dipecat, kamu dipecat," kata Musk kepada engineer tersebut, dikutip KompasTekno dari Platformers, Jumat (10/2/2023).

Baca juga: Elon Musk Pecat Karyawan Setelah Debat di Twitter

Tak puas dengan jawaban tadi, Musk pun kini meminta karyawan Twitter melacak berapa kali masing-masing tweet-nya direkomendasikan di timeline.

Mengapa engagement Twitter turun?

Jumlah impresi (view) di setiap kicauan Twitter sendiri adalah fitur yang baru dimunculkan awal 2023 ini. Menurut Musk, angka view yang ditampilkan akan menunjukkan bahwa Twitter masih "hidup" dan ramai.

Baca juga: Kicauan di Twitter Kini Ketahuan Berapa Kali Sudah Dilihat

"Karena lebih dari 90 persen pengguna Twitter itu cuma baca, tidak melakukan aksi yang diketahui publik seperti nge-tweet, reply, atau like," kicau Musk saat itu.

Namun diduga fitur angka view di bawah kicauan itu yang membuat engagement turun, Karena tombol Like dan Retweet menjadi lebih kecil untuk memberikan ruangan angka view, sehingga tombol itu susah ditekan dengan mudah.

Alasan lain yang membuat Twitter kurang interaksi saat ini adalah produk yang cacat, seperti pengguna yang kesulitan me-mention, algoritma yang berubah, serta tweet yang muncul secara acak dari akun yang tidak di-follow.

Baca juga: Berontak ke Elon Musk, Karyawan Twitter Kompak Resign Berjemaah

Pada Rabu (8/2/2023) lalu bahkan Twitter mengalami gangguan yang tergolong besar sejak kepemimpinan Musk, pengguna Twitter tidak bisa nge-tweet atau mem-follow akun karena dianggap melebihi batas harian.

Wawancara dengan karyawan Twitter memberikan gambaran tentang suasana kerja yang sangat bermasalah.

Permintaan Musk pada produk Twitter yang suka-suka dia, membuat manajemen buru-buru mengimplementasikan fitur baru, meski sistem inti Twitter masih berantakan.

Kekacauan ini pun memperkecil kemungkinan Musk akan mendapatkan kembali 44 miliar dollar AS yang dia habiskan untuk membeli Twitter, dan mungkin malah mempercepat Twitter menuju kebangkrutan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com