Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Mitos tentang PC yang Sudah Basi

Kompas.com - 25/03/2024, 19:30 WIB
Oik Yusuf

Penulis

Sumber PC World

KOMPAS.com - Pengguna komputer mungkin pernah mendengar anggapan terkait pemakaian perangkat tersebut sehari-hari yang belum tentu betul sehingga bisa dikategorikan sudah basi atau sekadar mitos belaka.

Ada juga yang setengah-setengah alias ada benarnya dalam keadan tertentu, tapi salah dalam kebanyakan situasi sehingga tergantung konteks.

Baca juga: 6 Mitos Populer tentang Smartphone, Benar atau Salah?

Berikut ini sejumlah contohnya yang sering didengar, mulai dari kecepatan prosesor, anjuran agar defrag rutin, hingga overclocking, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari PC World, Senin (25/3/2024).

1. Semakin tinggi clock prosesor, semakin ngebut kecepatannya

Dulu, hingga era Pentium IV di mana prosesor komputer hanya memiliki satu inti CPU saja (single core) , frekuensi kerja alias clockspeed berbanding lurus dengan kecepatan. Semakin tinggi angkanya berarti kinerja komputer makin ngebut.

Namun anggapan yang satu ini sudah kadaluarsa semenjak prosesor-prosesor PC mulai menerapkan lebih dari satu core. Sebab, beban kerja prosesor kini dibagi-bagi antar core, tidak hanya mengantre di satu inti saja.

Prosesor dengan 4-8 core CPU sekarang sudah jamak. Beberapa bahkan bisa berisi hingga lebih dari 20 core. CPU dengan jumlah core lebih banyak bisa lebih kencang saat mengerjakan tugas intensif seperti rendering video, walaupun clockspeed-nya lebih rendah.

Selain jumlah core dan clockspeed, kecepatan prosesor ditentukan pula oleh beberapa hal lain, seperti arsitekturnya, jumlah cache (L1, L2, dan L3), dan ketersediaan fitur seperti Hyperthreading.

2. Media penyimpanan (hard disk) harus rutin di-defrag

Pengguna sistem operasi Windows jadul pasti masih ingat kebiasaan men-defrag, di mana OS menyusun file yang tersebar alias terfragmentasi di seantero hard disk saat penulisan pertama, agar lebih runut dan lebih cepat diakses.

Mitos ini pun bisa dibilang berangkat dari fakta, karena hard disk membaca dan menulis file di cakram magnetik dengan head yang bergerak terus menerus. Lokasi fisik yang teratur pun menjadi penting agar head tak perlu banyak bergerak sehingga menyingkat access time.

Di komputer modern, defrag secara manual menjadi kurang relevan karena sudah dilakukan secara otomatis oleh sistem operasi Windows.

Baca juga: Apakah Hard Disk Bakal Punah jika SSD Jadi Murah?

Apalagi untuk media penyimpanan solid state drive (SSD) yang sekarang banyak digunakan sebagai drive utama di komputer, defrag sama sekali tidak diperlukan dan justru bisa mengurangi umur SSD karena terus menerus melakukan kegiatan menulis data.

SSD modern menyimpan data di sel memori elektronik sehingga tak perlu komponen mekanik yang memperlambat akses seperti di hard disk. Kecepatan SSD pun jauh lebih tinggi dibandingkan hard disk.

3. Antivirus bikin komputer jadi lemot

Seperti halnya software lain yang berjalan secara terus menerus di memori, antivirus pun menyita sumberdaya PC. Pertanyaannya adalah seberapa besar resource yang digunakan?

Ternyata software antivirus hanya menggunakan sumber daya relatif kecil sehingga tidak lebih membebani sistem. Terlebih komputer modern biasanya memiliki prosesor yang powerful dan memori berkapasitas besar sehingga tak terhambat oleh antivirus.

Penurunan kinerja mungkin baru akan terasa jika antivirus melakukan scanning secara reguler. Namun, kendala itu pun biasanya sudah diatasi oleh antivirus masa kini yang meminimalisasi load system, serta hanya aktif ketika diperlukan saja.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Canva Enterprise Meluncur, Platform Desain Grafis Khusus untuk Pengguna Kantoran

Canva Enterprise Meluncur, Platform Desain Grafis Khusus untuk Pengguna Kantoran

Software
Smartphone Realme Narzo N65 5G Meluncur, Pakai Chip Dimensity 6300 dan Kamera 50 MP

Smartphone Realme Narzo N65 5G Meluncur, Pakai Chip Dimensity 6300 dan Kamera 50 MP

Gadget
Pengguna WhatsApp Kini Bisa Bikin Pesan Suara di Status WA Lebih Panjang

Pengguna WhatsApp Kini Bisa Bikin Pesan Suara di Status WA Lebih Panjang

Software
Cara Aktivasi Internet Roaming Telkomsel di HP Android dan iPhone

Cara Aktivasi Internet Roaming Telkomsel di HP Android dan iPhone

Internet
YouTube Music Bisa Cari Lagu dengan Bersenandung, Begini Caranya

YouTube Music Bisa Cari Lagu dengan Bersenandung, Begini Caranya

Software
Membandingkan Konsol Advan X-Play, Asus ROG Ally, Lenovo Legion Go dan MSI Claw

Membandingkan Konsol Advan X-Play, Asus ROG Ally, Lenovo Legion Go dan MSI Claw

Gadget
Cara Membuat Nada Dering WhatsApp Sebut Nama Sendiri, Mudah dan Praktis

Cara Membuat Nada Dering WhatsApp Sebut Nama Sendiri, Mudah dan Praktis

Software
Pakai Dual-Rec di Samsung S24 Ultra, Bikin Fancam dan Nge-Vlog Sekaligus Saat Nonton Konser Lebih Praktis

Pakai Dual-Rec di Samsung S24 Ultra, Bikin Fancam dan Nge-Vlog Sekaligus Saat Nonton Konser Lebih Praktis

Gadget
Spesifikasi dan Harga Vivo Y28 di Indonesia

Spesifikasi dan Harga Vivo Y28 di Indonesia

Gadget
Elon Musk Bangun Superkomputer Baru demi AI Grok

Elon Musk Bangun Superkomputer Baru demi AI Grok

Internet
2 Cara Membuat Tulisan Unik Monospace di WhatsApp dengan Mudah

2 Cara Membuat Tulisan Unik Monospace di WhatsApp dengan Mudah

Software
Operator Seluler Minta Pemerintah Adil ke Starlink

Operator Seluler Minta Pemerintah Adil ke Starlink

e-Business
Ponsel Honor 200 dan 200 Pro Resmi, Chip Snapdragon 8s Gen 3 Fast Charging 100 Watt

Ponsel Honor 200 dan 200 Pro Resmi, Chip Snapdragon 8s Gen 3 Fast Charging 100 Watt

Gadget
Samsung Galaxy F55 Meluncur dengan Cover Kulit, Mirip C55 dan M55

Samsung Galaxy F55 Meluncur dengan Cover Kulit, Mirip C55 dan M55

Gadget
Pengguna iPhone Kini Bisa Share Screen Video Call WhatsApp dengan Audio

Pengguna iPhone Kini Bisa Share Screen Video Call WhatsApp dengan Audio

Software
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com