Grab Ogah Cari Untung dari Jualan Data Pengguna

Kompas.com - 02/03/2016, 17:20 WIB
GrabTaxi kini berubah nama menjadi Grab. Selain itu, logo aplikasi ini juga berubah. Jessi CarinaGrabTaxi kini berubah nama menjadi Grab. Selain itu, logo aplikasi ini juga berubah.
|
EditorReza Wahyudi
JAKARTA, KOMPAS.com - Layanan internet dan isu keamanan privasi pengguna tak ubahnya roti dan selai. Keduanya tak terpisahkan dan selalu berkaitan.

Mulanya, netizen secara sukarela membagi data personalnya ke layanan internet semisal aplikasi, saat mendaftar (sign-up) sebagai pengguna. Nah, data personal itu menjadi penting bagi pengiklan atau lembaga-lembaga tertentu.

Beberapa layanan internet kemudian mengambil celah ekonomi dengan memonetisasi basis data penggunanya. Strategi itu tak disepakati layanan ride-sharing Grab.

"Kami tidak jual database. Bukan itu cara kami meraup revenue," kata Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, Rabu (2/4/2016), di Restoran Seribu Rasa, Jakarta.

"Kami lebih fokus meningkatkan kenyamanan pengguna lewat experience," ia menambahkan.

Ridzki mengaku bahwa cara meraup keuntungan dengan mengandalkan basis data adalah salah satu yang paling "menggiurkan". Namun Grab sudah memegang komitmen yang jelas ihwal privasi.

Dalam waktu dekat, Grab akan meluncurkan fitur keamanan teranyar yang bakal memperkuat kerahasiaan data pengguna. Belum dibeberkan lebih lanjut mekanisme fitur tersebut.

Disinyalir, fitur itu memungkinkan pengguna dan pengemudi Grab berkomunikasi tanpa saling tahu nomor ponsel masing-masing. Grab belum mau mengiyakan.

"Tunggu saja," ujar Country Head of Marketing Grab Indonesia Kiki Rizki pada kesempatan yang sama.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X