Jejak Korea Utara di Virus Ransomware WannaCry

Kompas.com - 17/05/2017, 20:05 WIB
Tampilan wallpaper dari komputer Windows yang terjangkit ransomware WannaCry. hand-outTampilan wallpaper dari komputer Windows yang terjangkit ransomware WannaCry.
EditorReska K. Nistanto


Serangan siber akhir-akhir ini telah membobol 163.745 alamat komputer di seluruh dunia. Penelusuran jalur uang dilakukan karena ada 243 pembayaran dengan total 63.000 dollar AS sejak serangan siber terjadi, Jumat.

Kecaman uji rudal

Selain ransomware WannaCry, Korut juga dikecam Dewan Keamanan PBB terkait uji rudalnya. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan, uji rudal itu melanggar resolusi DK PBB serta mengancam keamanan dan perdamaian kawasan regional.

Namun, diplomat asal Korut di PBB, Ju Yong Choi, mengatakan, Korut justru menjadi korban pelanggaran kedaulatan dan harga diri. Korut akan tetap meningkatkan kemampuan pertahanan diri selama AS masih melanjutkan kebijakan provokatif.

Hal senada dikemukakan juru bicara Kedutaan Besar Korut untuk Indonesia, Ri Hyong Ju, ketika ditemui, Selasa siang. "Memiliki kemampuan pertahanan diri itu hak kami, hak tiap negara. Jika AS bisa memiliki rudal dan nuklir, mengapa kami tidak. Lagi pula, peluncuran rudal itu juga hanya latihan biasa," ujarnya.

Uji rudal yang dilakukan satu hari setelah Presiden Korsel Moon Jae-in dilantik, kata Ri, sama sekali tidak terkait dengan pelantikan Presiden Korsel. Jadwal uji rudal sudah ditentukan sejak jauh-jauh hari dan tak dikaitkan dengan pemilu Korsel.

Ri menegaskan, pihaknya tidak menolak tawaran berunding atau bekerja sama dengan Korsel. Namun, itu semua tergantung pada sikap Korsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Korut menuding AS berada di balik kekacauan di Semenanjung Korea. Korut juga menuding ada upaya pembunuhan terhadap pemimpin Kim Jong Un oleh komplotan teroris yang didalangi Badan Intelijen Pusat AS (CIA) dan Badan Intelijen Nasional Korsel.

Ri mengatakan, Korut telah meringkus kelompok teroris yang hendak membunuh Kim Jong Un dengan memakai bahan biokimia dan radioaktif, seperti racun berbentuk nano.

"Kami akan menangkap semua sampai habis penjahat terakhir walaupun mereka bersembunyi di pojok mana pun di bumi ini," kata Ri.

=====

* Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 17 Mei 2017, di halaman 8 dengan judul "Jejak Korut di "Ransomware"".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.