Kompas.com - 15/12/2017, 15:56 WIB
|
EditorReza Wahyudi

Google Translate sebetulnya menyediakan beberapa opsi hasil terjemahan. Misalnya untuk kalimat "dia sedang memasak" hasil yang ditampilkan adalah "he is cooking" dengan pilihan lain "she is cooking". Meski demikian tidak ada opsi lain untuk terjemahan "dia seorang programer". Hasil terjemahan untuk kalimat itu hanya ada, "he is a programmer".

Menanggapi hal ini, Google masih belum memberikan komentarnya, seperti dikutip KompasTekno dari DailyMail, Jumat (15/11/2017).

Pengaruh algoritma

Selama bertahun-tahun, peneliti maupun pengembang aplikasi berusaha mengembangkan alogaritma dari kecerdasan buatan agar menyerupai manusia. Biasanya, alogaritma itu diadaptasi berdasarkan perilaku dan data yang paling banyak dilakukan dan ditemukan.

Mungkin inilah yang terjadi pada sistem algoritma Google Translate. Di setiap penerjemahan, Google memasukkan sistem algoritma berdasarkan frekuensi dan data yang paling banyak ditemukan.

Misalnya, data mengenai profesi insinyur yang mayoritas dilakukan oleh laki-laki. Sedangkan data mengenai profesi perawat banyak dilakukan oleh perempuan. Maka secara otomatis, Google akan menerjemahkan pekerjaan insinyur sebagai profesi laki-laki sedangkan perawat adalah pekerjaan perempuan.

Perilaku seksi yang terjadi pada aplikasi yang mengusung teknologi algoritma berbasis kecerdasan buatan bukan kali ini saja terjadi.

Sebelumnya, program komputer yang digunakan oleh pengadilan Amerika Serikat, Correctional Offender Management Profiling for Alternative Sanctions (Compas) disebut mengusung unsur bias terhadap tahanan kulit hitam.

Program ini digunakan oleh pengadilan untuk membantu hakim memutuskan sebuah perkara pada seorang terdakwa. Dirangkum, KompasTekno dari The Guardian, program tersebut akan menandai kesalahan orang kulit hitam dua kali lebih banyak dari orang kulit putih.

Menanggapi hal tersebut, pencipta Compas, Northpointe menyangkal pahwa pihaknya melakukan kesengajaan pada saat pemrograman. Meski demikian, Northpointe enggan berkomentar bagaimana cara kerja sistem tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.