Wi-Fi Starbucks Dibajak untuk Menambang “Bitcoin”

Kompas.com - 15/12/2017, 18:19 WIB
Ilustrasi malware techsru.comIlustrasi malware
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Noah Dinkin terkejut mendapati laptop miliknya disisipi malware penambang uang virtual ketika tersambung ke Wi-Fi sebuah kafe Starbucks di Buenos Aires, Argentina.

Rupa-rupanya hotspot di kafe yang bersangkutan telah dibajak oleh hacker untuk memasang malware penambang uang virtual di komputer pengunjung secara diam-diam.

“Hi Starbucks, tahukah bahwa penyedia Wi-Fi kafe Anda di Buenos Aires memaksa jeda 10 detik saat pertama terhubung ke Wi-Fi untuk menambang Bitcoin dengan laptop pelanggan?” ujar Dinkin di Twitter, dalam sebuah kicauan yang ditujukan kepada pihak Starbucks.

Dinkin, seorang CEO perusahaan teknologi, mengatakan bahwa mata uang virtual yang ditambang oleh sang malware adalaah Bitcoin.

Namun, CoinHive, pihak yang menyediakan kode untuk malware penambang itu, hanya menambang mata uang virtual lain bernama Monero.


Penambangan mata uang virtual secara diam-diam di komputer orang lain belakangan mulai banyak mengemuka. Terlebih nilai aneka mata uang virtual seperti Bitcoin semakin menanjak.

Situs konten bajakan Pirate Bay, misalnya, sempat menjalankan program miner di komputer pengunjungnya untuk mencari pendapatan tambahan di luar iklan, tanpa sepengetahuan si pengunjung.

Malware miner memakai tenaga komputer korban untuk bantu “menambang” alias mengolah proses komputasi rumit yang diperlukan untuk menghasilkan mata uang virtual. Karena korban berjumlah banyak, tenaga yang dihasilkan pun berlipat-lipat.

Masalahnya, malware miner membebani komputer sehingga mengurangi kinerja. Ujung-ujungnya komputer yang disusupi miner menjadi panas dan pelan sehingga merugikan korban.

Kembali ke kasus di Buenos Aires, pihak Starbucks menyatakan hotspot Wi-Fi yang bermasalah sudah ditangani dan kini tak lagi menjangkiti komputer pengunjung dengan malware.

“Wi-Fi itu tidak dijalankan oleh Starbucks. Kami tidak memiliki atau mengendalikannya,” ujar juru bicara Starbucks Reggie Borges, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Motherboard, Jumat (15/12/2017). “Masalah ini tidak menyebar luas di antara toko-toko kami,” lanjut dia.

Baca juga : Kisah Bitcoin Senilai Rp 1 Triliun yang Terbuang ke Tempat Sampah

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X