Facebook Gandeng Qualcomm Hadirkan WiFi Cepat di Perkotaan

Kompas.com - 22/05/2018, 18:07 WIB
Ilustrasi wifi Apartment TherapyIlustrasi wifi

KOMPAS.com - Upaya Facebook menghadirkan koneksi internet cepat di dunia masih belum usai. Kali ini raksasa media sosial tersebut menggandeng Qualcomm dalam proyek baru demi membawa internet kecepatan tinggi di tengah kehidupan manusia.

Proyek bernama Terragraph ini sejatinya telah digarap oleh Facebook sejak tahun 2016 lalu. Proyek ini disebut-sebut dapat menghadirkan konektivitas internet yang lebih cepat dab efisien di wilayah perkotaan yang pada penduduk.

Teknologi Terragraph memancarkan WiFi berkecepatan tinggi yang berada di frekuensi 60 GHz. Jaringan nirkabel tersebut dirancang untuk menyelimuti suatu wilayah urban dan memancarkan koneksi berkecepatan hingga 2,1 Gbps.

Teknologi inilah yang kedepannya bakal disematkan dalam chipset besutan Qualcomm. Sehingga diharapkan akan cukup banyak perangkat yang mendukung WiFi kecepatan tinggi ini di masa depan.

Baca juga: WiFi Gratis Google Sasar Negara Penetrasi Internet Tinggi

Dalam keterangannya, Vice President Product Management Qualcomm Irvind Ghai mengatakan bahwa kolaborasi dengan Facebook dalam proyek ini akan membawa penetrasi broadband lebih cepat dan besar.

Proyek ini juga menurut Irvind bakal memangkas pengeluaran operator seluler dalam menghadirkan koneksi internet cepat di sebuah wilayah.

"Pengontrol cloud Terragraph dan arsitektur TDMA digabungkan dengan 10 Gbps link rate dari Qualcomm akan menghasilkan konsumsi daya yang rendah, minim gangguan dan membuat koneksi dengan besaran gigabyte ini menjadi kenyataan," ungkap irvind dikutip KompasTekno dari ZDnet, Selasa (22/5/2018).

Teknologi yang dihadirkan Facebook dan Qualcomm akan berbasis pada standar WLAN 802.11ay yang menggunakan frekuensi 60Ghz sehingga akan menghadirkan transmisi hingga 20-40 Gbps dalam jarak sekitar 300-500 meter.

Dalam pengaplikasiannya, raksasa media sosial itu akan memakai teknologi WiGig yang bekerja di frekuensi 60 GHz.

Teknologi WiGig menggunakan frekuensi yang lebih tinggi ketimbang WiFi. Kecepatan transfer data di frekuensi ini memang sangat tinggi, tapi biasanya hanya digunakan oleh dua perangkat yang berada di satu ruangan serupa. Alasannya, frekuensi setinggi ini tidak bisa menembus tembok.

Baca juga: Facebook Siapkan Satelit Baru Penebar Internet?

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari Ars Technica, Selasa (22/5/2018), proyek Terragraph ini punya cara berbeda. Teknologi WiGig itu dimodifikasi dengan tambahan antena yang bisa memancarkan sinyal memutari gedung tinggi sehingga bisa diterapkan di daerah urban.

Sekadar informasi, kebanyakan negara masih menghindari pemanfaatan spektrum frekuensi 60 GHz. Pasalnya frekuensi rendah ini sangat sukar menembus halangan seperti dinding atau gedung.

Namun keunggulannya, ketersediaan spektrum pada frekuensi ini sangat luas. Totalnya ada bandwidth seluas 7 GHz yang bisa dimanfaatkan di frekuensi 60 Ghz.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber ZDNet
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X