Ramadhan, Menkominfo Kembali Ajak "Puasa Medsos" - Kompas.com

Ramadhan, Menkominfo Kembali Ajak "Puasa Medsos"

Kompas.com - 30/05/2018, 04:13 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara bersama para mitra driver gojek saat hendak masuk di pabrik Advan, di Kota Semarang, Senin (28/5/2018) sore kemarin.KOMPAS.com/NAZAR NURDIN Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara bersama para mitra driver gojek saat hendak masuk di pabrik Advan, di Kota Semarang, Senin (28/5/2018) sore kemarin.

SEMARANG, KOMPAS.com – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara kembali mengajak netizen untuk berpuasa di media sosial (medsos) terutama di bulan Ramadhan ini.

Ajakan itu kembali disampaikan saat dia menyambangi pabrik smartphone Advan di Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (28/5/2018). Menurut pria yang disapa Chief RA ini, puasa medsos bukan berarti tidak menggunakan media sosial sama sekali.

Netizen tetap menggunakan medsos, namun porsinya diatur. Hal itu sama dengan puasa, dimana pola makan diatur selama satu bulan.

“Saya ajak untuk puasa medsos. Kita puasa (ramadan) itu bukan berarti tidak makan. Puasa medsos diatur penggunaannya, bukan tidak menggunakan (medsos). Toh kita juga tidak mati,” ujarnya.

Dikatakan Rudiantara, media sosial kerap digunakan sepanjang waktu dan tidak ada batasan. Terkadang, bermain di media sosial kerap melanggar aturan norma sosial, agama dan norma lain yang berlaku di tengah masyarakat.

“Saya ajak agar pola pikir kita harus bijak. Jangan biarkan jempol kita lebih cepat ketimbang pikiran,” ujarnya.

Sebelumnya, Rudiantara juga pernah melontarkan pemikiran puasa medsos, dan sempat di-bully netizen. Ia pun menerangkan bahwa perlu pengaturan agar medsos tidak kebablasan, dan memperhatikan norma sosial yang ada.

Baca juga: Di-bully Karena Sarankan Puasa Medsos, Menkominfo Beri Penjelasan

RA ingin agar di dunia maya, berlaku pula norma sosial seperti halnya yang berlaku di kehidupan nyata.

“Puasa di media sosial itu saya di-bully. Saya terangkan, bahwa puasa saja diatur, makan diatur. Masa medsos diatur gak bisa. Di dunia nyata ada norma sosial, agama, kalau di dunia maya kita merasa raja atas ponsel, dan kadang keluar kata yang tidak sopan, hilang norma itu di media sosial,” ucapnya.

“Saya ingin siapa pun yang bermedsos untuk berfikir kita seolah ada di dunia nyata, ada tatanan sosial dan agama,” pungkasnya.


Komentar

Terkini Lainnya

Close Ads X