Menguji Sinyal Internet 5 Operator di Tol Solo-Ngawi - Kompas.com

Menguji Sinyal Internet 5 Operator di Tol Solo-Ngawi

Kompas.com - 30/05/2018, 09:18 WIB
Gerbang Tol Colomadu.KOMPAS.com/Gito Yudha Pratomo Gerbang Tol Colomadu.

SALATIGA, KOMPAS.com — Pemerintah berencana membuka jalur Tol Solo-Ngawi sepanjang 90 kilometer untuk mengurai kemacetan di mudik Lebaran 2018 ini.

KompasTekno pada Senin (29/5/2018) mendapat izin dari PT Solo Ngawi Jaya (SNJ) selaku pengelola untuk memasuki ruas tol yang berstatus fungsional tersebut, tepatnya mulai dari Gerbang Tol Colomadu.

KompasTekno pun menguji keandalan sinyal internet seluruh operator telekomunikasi seluler di sana, yakni Telkomsel, XL Axiata, Indosat Ooredoo, Hutchison Tri Indonesia (Tri), serta Smartfren.

Hal ini untuk memastikan infrastruktur yang disiapkan oleh para operator sudah bisa dirasakan pengguna.

Fokus pengujian kami adalah hanya pada kecepatan koneksi internet. Pasalnya, koneksi internet telah menjadi salah satu kebutuhan masyarakat. Terutama karena fungsinya yang mencakup banyak hal, mulai dari komunikasi, informasi, hingga hiburan.

Ruas Tol Solo-Ngawi, mulai dari Gerbang Tol Colomadu hingga pintu keluar Tol Ngawi, sudah benar-benar mulus. Pada saat kami melintas, hanya ada pekerjaan kecil yang tersisa, sedangkan pekerjaan besar tampak sudah selesai.

Urusan koneksi internet di sepanjang ruas itu pun tidak banyak mendapatkan kendala. Kegiatan yang kami ujikan ala pemudik, mulai dari berkomunikasi via WhatsApp, menonton YouTube, mendengarkan streaming musik Spotify, serta membuka berbagai situs atau media sosial cenderung lancar.

Baca juga: Kesiapan 5 Operator Seluler Jelang Mudik dan Lebaran 2018

Kendati demikian, terdapat sejumlah catatan. Ada kalanya smartphone yang memakai nomor salah satu operator mendapat sinyal 4G atau 3G, tetapi koneksi data tidak ada sama sekali.

Berikut ini rincian pengujian yang kami lakukan di ruas tol Solo-Ngawi:

Telkomsel

Nomor Telkomsel yang kami gunakan bisa melakukan semua kegiatan di atas dengan lancar. Kecepatan rata-rata tertinggi kami peroleh melalui pengukuran nPerf di rest area Km 519. Kecepatan rata-rata download mencapai 67,35 Mbps dan upload 6,82 Mbps.

Kegiatan streaming YouTube dan Spotify, juga browsing, bisa dilakukan dengan lancar. Hanya saja, di Km 579, tepatnya di kawasan menjelang dan sekitar pintu keluar Tol Ngawi, sinyal 4G yang kami dapat menjadi terlalu lambat untuk streaming.

XL Axiata

Nomor XL yang kami gunakan juga tidak mendapatkan kendala berarti saat dipakai melakukan kegiatan online ala pemudik. Kami mencatat bahwa pengukuran kecepatan internet operator ini mencapai nilai tertinggi saat berada di Km 494. Kecepatan download rata-rata mencapai 12,5 Mbps dan upload rata-rata 6,34 Mbps.

Menara BTS di ruas tol Solo-Ngawi.KOMPAS.com/Reska K. Nistanto Menara BTS di ruas tol Solo-Ngawi.
Ada sejumlah pengujian menggunakan nPerf yang gagal, tetapi internet tetap bisa dipakai. Bahkan, streaming film menggunakan Netflix di sepanjang perjalanan tidak menemui kendala sama sekali, kecuali buffer sekitar 2 atau 3 detik.

Sebagai catatan, latensi jaringan XL di sepanjang ruas Tol Solo-Ngawi ini cukup tinggi sehingga mungkin akan mengganggu pengguna yang bermain game online.

Di Km 549 pun sinyal 4G kami beralih menjadi 3G. Kondisi tersebut berlangsung sampai sekitar 30 kilometer, tepatnya menjelang pintu keluar Tol Ngawi. Walau turun ke 3G, koneksi internet tetap lancar dan bisa dipakai.

Tri

Nomor Tri yang digunakan KompasTekno hasil pengukuran nPerf yang cukup tinggi saat berada di Gerbang Tol Colomadu atau Km 494. Kecepatan rata-rata download mencapai 13,75 Mbps dan upload rata-rata 7,17 Mbps.

Kami hanya mendapat kendala saat berada di KM 549, ketika sinyal beralih ke 3G dan jaringan internetnya sama sekali tidak bisa digunakan. Selain itu, internet Tri bisa digunakan untuk steraming YouTube, Spotify, atau browsing berbagai situs. Adakalanya terjadi buffer yang kadang mencapai lebih dari 5 detik.

Smartfren

Nomor Smartfren yang kami gunakan menunjukkan kinerja yang kurang baik di ruas Tol Solo-Ngawi. Indikator sinyal menunjukkan 4G, tetapi kegiatan streaming YouTube dan Spotify mesti dilakukan dengan sabar karena adakalanya buffering bisa lebih dari 10 detik.

Di satu segmen jalan, yakni Km 549 dan beberapa kilometer setelahnya sinyal internet 4G tersebut seolah mati total. Tidak ada kegiatan online yang bisa kami lakukan sama sekali.

Pengukuran memakai nPerf juga terus menerus gagal. Sebagai alternatif, kami memakai Speedtest, tetapi hanya berhasil di titik tertentu saja. Salah satunya di Rest Area KM 519 yang menunjukkan kecepatan download 23,8 Mbps dan upload 0,92 Mbps.

Indosat

Terakhir, nomor Indosat bisa kami gunakan menunjukkan kinerja yang bervariasi. Ada lokasi tertentu yang kinerjanya lancar, tapi di sisi lain ada juga yang benar-benar mati total.

Catatan kami, di Gerbang Tol Colomadu hingga sekitar 30 kilometer kinerja internet Indosat lancar. Kegiatan streaming YouTube dan Spotify atau browsing situs bisa dilakukan tanpa kendala.

Tarif tol Jakarta-SurabayaKOMPAS.com/AKBAR BHAYU TAMTOMO Tarif tol Jakarta-Surabaya
Tetap saat kami mencapai Km 549, jaringan pindah dari 4G ke 3G. Walau indikator masih 3G, yang mestinya memiliki koneksi data, kami sama sekali tidak bisa online.

Adapun kecepatan rata-rata tertinggi Indosat ada di segmen awal ruas Tol Solo-Ngawi. Kecepatan download rata-rata adalah 7,18 Mbps dan upload rata-rata 10,37 Mbps.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X