Efek Registrasi Prabayar bagi Operator Baru Terasa di Kuartal II-2018

Kompas.com - 05/06/2018, 11:41 WIB
Seorang pedagang terlihat sedang memilih SIM card di gerai miliknya di kawasan Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten, Selasa (7/11/2017). Pemerintah mewajibkan registrasi ulang SIM card bagi para pengguna telepon seluler hingga 28 Februari 2018 dengan memakai nomor NIK dan kartu keluarga (KK). KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELISeorang pedagang terlihat sedang memilih SIM card di gerai miliknya di kawasan Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten, Selasa (7/11/2017). Pemerintah mewajibkan registrasi ulang SIM card bagi para pengguna telepon seluler hingga 28 Februari 2018 dengan memakai nomor NIK dan kartu keluarga (KK).

JAKARTA, KOMPAS.com - CEO XL Axiata (XL) Dian Siswarini mengatakan registrasi prabayar tidak memberikan efek signifikan pada kinerja perusahaan di kuartal I-2018. Tetapi kemungkinan akan terlihat efeknya pada kuartal II-2018.

"Dampaknya pada kinerja di kuartal I-2018 belum terlalu terasa. Tapi di kuartal II-2018 (kinerjanya) jadi lebih soft karena bulan April kemarin nomor yang tidak registrasi itu mulai dimatikan. Mau bayarnya jutaan per bulan pun tetap dimatikan," jelasnya saat ditemui di sela acara buka bersama di Jakarta, Senin (5/7/2018).

Dian sendiri optimis dampak registrasi prabayar yang akan dirasakan nanti hanyalah sementara. Pada akhirnya, akan ada perubahan perilaku pelanggan yang berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan.

Salah satunya, perilaku pakai-buang akan mulai menghilang. Pengguna akan lebih setia pada satu kartu SIM dan lebih memilih melakukan isi ulang ketimbang hanya membeli kartu SIM di masa promosi.

Baca juga: ATSI: Operator Harus Kreatif Hadapi Imbas Registrasi Kartu Prabayar

Average Revenue per User (ARPU) diperkirakan meningkat. Di sisi lain, produksi kartu SIM juga akan berkurang sehingga membuat operasional operator lebih hemat.

CEO XL Axiata Dian SiswariniKOMPAS.com/Yoga H. Widiartanto CEO XL Axiata Dian Siswarini

"Impact dari registrasi prabayar ini hanya jangka waktu pendek, sampai nanti behaviour kembali stabil. Kebutuhan telekomunikasi orang kan tidak berkurang. Demand tidak berkurang," jelas Dian.

Sebelumnya, dalam laporan kinerja keuangan kuartal I-2018, XL menyatakan meraup pendapatan Rp 5,5 triliun atau tumbuh 4 persen year on year (YoY). Namun di sisi lain, laba bersih perusahaan tercatat anjlok 67 persen YoY.

XL hanya mengantongi laba bersih Rp 15 miliar pada kuartal I-2018, dibandingkan Rp 47 miliar pada kuartal I-2017.

Baca juga: Kuartal I-2018, XL Axiata Raup Pendapatan Rp 5,5 Triliun

90 persen registrasi

Dian menambahkan perusahaan juga telah cukup lama melakukan antisipasi terhadap registrasi prabayar. Hasilnya, jumlah pelanggan yang melakukan registrasi ulang cukup tinggi, yakni mencapai lebih dari 90 persen.

"Dari sekitar 54,5 juta pelanggan, 49 juta sudah registrasi ulang. Jadi di atas 90 persen yang kembali," ujarnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X