Kompas.com - 27/08/2018, 10:34 WIB

KOMPAS.com - China tidak hanya menyandang predikat sebagai negara dengan populasi terpadat di dunia. Negeri Tirai Bambu juga menjadi negara dengan pengguna internet terbesar di jagad raya.

Berdasarkan data yang dihimpun China Internet Network Information Center (CNNIC), pengguna aktif internet di sana mencapai 802 juta atau 57,7 persen dari total populasi. Sebagain informasi, per Juli 2018, populasi penduduk China mencapai 1,3 miliar jiwa.

Dibanding China, jumlah pengguna internet di Indonesia masih sangat jauh. Asosiasi Penyelenggara Jasa internet Indonesia (APJII) melaporkan pada awal tahun ini, pengguna internet di Indonesia baru menyentuh angka 262 juta.

Begitu pula dengan Amerika Serikat yang menjadi markas perusahaan teknologi raksasa, diperkirakan baru memiliki 300 juta pengguna internet.

Menariknya, sebagian besar pengguna internet di China adalah pengguna mobile yang mencapai angka 788 juta. Fakta ini menunjukan bahwa perangkat mobile menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat China.

Baca juga: Data Pengguna iPhone di China Disimpan Operator Seluler Pemerintah

Data tersebut juga mengungkap bagaimana layanan mobile di China semakin melesat, terutama untuk menggunakan layanan transportasi umum.

Sebanyak 31 persen orang di sana memanfaatkan mobile untuk mengakses aplikasi berbagi sepeda, 37 persen untuk memesan kursi bus atau kereta, dan 43 persen menggunakannya untuk memesan taksi.

Peneliltian ini juga menunjukan 7 dari 10 pengguna internet di China melakukan belanja online. Sekitar 566 juta orang menggunakannya untuk transaksi pembayaran, yang jumlahnya meningkat 7,4 persen dalam satu semester terakhir.

Dari data yang dihimpun China Internet Report dan South China Morning Post yang dirangkum KompasTekno, Minggu, (26/8/2018), jumlah pengguna mobile di China tiga kali lebih besar dan kegiatan transaksi pembayaran mobile juga 12 kali lebih banyak dibanding Amerika Serikat.

"Hal ini (penyebaran akses internet) bagai dua mata pisau. Ini bagus untuk perusahaan internet, dan bagus untuk pemerintah jika mereka ingin mengontrol populasi lebih baik, namun juga akan menimbulkan lebih banyak risiko," jelas Managing Director China Market Research Group, Shaun Rein.

Risiko yang ia maksud adalah peluang kriminalitas seperti perjudian, pornografi, atau peredaran obat-obatan terlarang karena luasnya paparan internet.

Meningkatnya komunitas online di China didukung dengan keberlanjutan investasi dan infrastruktur.  Baru-baru ini, pemerintah China menelurkan kebijakan untuk meningkatkan kecepatan internet dan membuat akses internet lebih murah.

Baca juga: Akun WeChat Jadi KTP Digital di China

Kebijakan tersebut menjadi salah satu pendorong penetrasi pengguna internet di China. Meski di sisi lain, pemerintah juga mengontrol penggunaan internet oleh warganya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.